Konten dari Pengguna

Literasi Keuangan Digital Ajak Siswa SMK Bhakti Karya Sawangan Bijak Berbelanja

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salsabila Khoirunisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Ecofinity Universitas Pamulang didampingi dosen pembimbing Yhonanda Harsono, S.Si., M.M., bersama kepala sekolah dan bidang kesiswaan SMK Bhakti Karya Sawangan sebelum kegiatan dimulai. Dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Tim Ecofinity Universitas Pamulang didampingi dosen pembimbing Yhonanda Harsono, S.Si., M.M., bersama kepala sekolah dan bidang kesiswaan SMK Bhakti Karya Sawangan sebelum kegiatan dimulai. Dokumentasi pribadi.

Sawangan, Depok – Kelompok 2 bersama tim Ecofinity Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pelatihan Literasi Keuangan Digital terhadap Perilaku Konsumtif di SMK Bhakti Karya Sawangan, Depok, pada Kamis, 8 Oktober 2026. Pelatihan ini berfokus pada edukasi pengendalian perilaku konsumtif di era transaksi digital dan praktik pencatatan keuangan menggunakan aplikasi Money Tracker. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada cara mencatat pemasukan dan pengeluaran serta memahami pentingnya mengatur penggunaan uang saku sesuai kebutuhan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Salsabila Khoirunisa, Sholikatu Izza, dan Ryan Giggsy Rahajeng bersama tim Ecofinity Universitas Pamulang, di bawah bimbingan Yhonanda Harsono, S.Si., dan Jeni Irnawati, S.E., M.M. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengelola keuangan pribadi sejak dini.

Perkembangan teknologi digital telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi, mulai dari penggunaan dompet digital hingga belanja melalui platform daring. Namun, kemudahan tersebut juga dapat memicu perilaku konsumtif apabila tidak disertai dengan kemampuan mengatur pengeluaran dan menentukan prioritas kebutuhan.

Melalui kegiatan ini, siswa SMK Bhakti Karya Sawangan diajak untuk memahami bahwa pengelolaan keuangan bukan hanya tentang seberapa banyak uang yang dimiliki, tetapi juga bagaimana uang tersebut digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

Literasi Keuangan Digital untuk Mengendalikan Perilaku Konsumtif

Pemateri kelompok 2 Universitas Pamulang menyampaikan materi literasi keuangan kepada siswa SMK Bhakti Karya Sawangan. Dokumentasi pribadi

Dalam sesi edukasi, siswa SMK Bhakti Karya Sawangan mendapatkan materi mengenai pengendalian perilaku konsumtif di era transaksi digital. Materi ini membahas pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum berbelanja, serta memahami bagaimana promosi, diskon, dan tren di media sosial dapat memengaruhi keputusan pembelian. Siswa diperkenalkan pada pentingnya menentukan prioritas agar penggunaan uang saku lebih terarah.

Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan pengeluaran menjadi tidak terkendali, terutama bagi pelajar yang masih mengandalkan uang saku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, siswa perlu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sebelum mengambil keputusan untuk berbelanja.

Melalui edukasi ini, siswa didorong untuk lebih bijak dalam menentukan prioritas pengeluaran, mempertimbangkan manfaat barang yang akan dibeli, serta tidak mudah tergiur oleh promosi. Dengan demikian, keputusan berbelanja diharapkan dapat didasarkan pada kebutuhan, bukan semata-mata keinginan sesaat.

Praktik Pencatatan Keuangan Digital Menggunakan Money Tracker

Siswa SMK Bhakti Karya Sawangan mencoba pencatatan keuangan melalui perangkat digital sebagai bagian dari pembelajaran mengelola uang saku, memantau pengeluaran, dan membangun kebiasaan belanja yang lebih bijak. Dokumentasi pribadi.

Setelah mendapatkan materi edukasi, siswa diperkenalkan pada penggunaan aplikasi Money Tracker sebagai alat bantu pencatatan keuangan digital. Dalam sesi praktik, siswa mempelajari bagaimana pencatatan pemasukan dan pengeluaran dapat digunakan untuk memantau penggunaan uang saku. Melalui praktik ini, siswa diajak memahami bahwa transaksi yang dicatat secara teratur dapat membantu mereka mengevaluasi pengeluaran dan menyusun anggaran sesuai kebutuhan.

Melalui praktik tersebut, siswa dapat mempelajari cara memantau penggunaan uang saku untuk berbagai kebutuhan, seperti transportasi, makanan, perlengkapan sekolah, dan keperluan lainnya. Pencatatan ini membantu siswa mengetahui ke mana uang mereka digunakan serta mengevaluasi pengeluaran yang dapat dikurangi.

Pemanfaatan aplikasi pencatatan keuangan juga menunjukkan bahwa teknologi digital dapat digunakan bukan hanya untuk berbelanja dan melakukan pembayaran, tetapi juga untuk membangun kebiasaan keuangan yang lebih sehat.

Dengan membiasakan diri mencatat setiap transaksi, siswa diharapkan dapat lebih disiplin dalam mengelola uang, menyusun anggaran sederhana, dan menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung.

Membangun Kesadaran Keuangan Sejak Dini

Siswa SMK Bhakti Karya Sawangan berpartisipasi dalam sesi interaktif bersama Tim Ecofinity Universitas Pamulang untuk memahami pentingnya mengelola uang saku dan mempertimbangkan kebutuhan sebelum berbelanja. Dokumentasi pribadi.

Pelatihan literasi keuangan digital ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa SMK Bhakti Karya Sawangan dalam menghadapi perkembangan transaksi digital yang semakin mudah diakses. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi bekal penting agar siswa mampu menggunakan uang secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh pola konsumsi yang berlebihan.

Kebiasaan sederhana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran, mencatat pengeluaran, serta mengevaluasi penggunaan uang saku, dapat menjadi langkah awal dalam membangun kedisiplinan finansial. Jika diterapkan secara konsisten, kebiasaan tersebut dapat membantu siswa mengambil keputusan keuangan yang lebih terencana.

Melalui pelatihan ini, Kelompok 2 bersama tim Ecofinity Universitas Pamulang berupaya mengenalkan pengelolaan keuangan digital yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pengenalan aplikasi Money Tracker menjadi salah satu bentuk praktik pemanfaatan teknologi untuk membantu pencatatan keuangan, sedangkan materi pengendalian perilaku konsumtif mendorong siswa untuk lebih mempertimbangkan kebutuhan sebelum berbelanja.

Pada akhirnya, bijak berbelanja bukan berarti tidak boleh membeli sesuatu yang diinginkan, melainkan mampu mempertimbangkan kemampuan finansial dan menentukan prioritas sebelum mengambil keputusan. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan dapat menjadi generasi yang lebih sadar finansial, bertanggung jawab, dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan keuangan yang lebih baik.