Buzz
·
10 Juni 2021 15:17
·
waktu baca 2 menit

Mengenal Penipuan Lowongan Palsu

Konten ini diproduksi oleh salsadillaputri
Mengenal Penipuan Lowongan Palsu (28172)
gambar ilustrasi (sumber:freepik)

Pintarlah dalam memilih!

Telah kita ketahui, COVID-19 ini sudah berdampingan dengan hidup kita selama setahun lebih. Banyak efek dari virus COVID-19 ini di hidup kita. Salah satunya adalah pengurangan karyawan atau pemecatan karyawan. Banyak karyawan yang akhirnya menganggur karena COVID-19 ini.
ADVERTISEMENT
Setelah setahun lebih berdampingan dengan virus corona (COVID-19) ini, yang akhirnya kita membutuhkan pekerjaan bahwasanya untuk menyambung hidup. Tetapi di masa yang sekarang sedang kita hadapi ini, memang sulit untuk mendapatkan pekerjaan dengan cepat. Yang akhirnya membuat kita menjadi stres dikarenakan sulitnya mendapatkan pekerjaan.
Di masa sekarang ini sering kali terdapat penipuan lowongan pekerjaan. Di kondisi yang seperti sekarang banyak oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan sepihak. Para oknum tersebut meminta sejumlah uang ke para pelamar kerja dengan iming-iming untuk biaya administrasi atau biaya medical check up.
Di media sosial banyak sekali yang sudah menjadi korban. Bukankah kita mencari kerja untuk mendapatkan uang? Tetapi mengapa kita yang harus mengeluarkan uang?
ADVERTISEMENT
Suatu hari saya hampir saja menjadi korban dari dugaan penipuan lowongan pekerjaan seperti itu. Saya mendapat lowongan pekerjaan dari salah satu situs internet yang saya pikir itu situs yang tepercaya. Setelah melamar pekerjaan tersebut, beberapa hari kemudian saya mendapat jadwal untuk interview.
Keesokan harinya saya mendatangi kantor tersebut. Saya pikir yang datang untuk interview itu dikit ternyata banyak yang ingin interview di hari itu. Setelah menunggu beberapa menit untuk di panggil, akhirnya giliran saya untuk interview. Saya bertemu dengan bapak HRD-nya. Di awal-awal si bapak ini bertanya tentang riwayat hidup saya. Setelah itu, dijelaskan tentang perusahaan tersebut.
"Begini mba, sebagai uang pertama mba harus membayar sebesar 750.000 untuk medical check up" ujar si bapak HRD. "atau mba tidak bisa membayar sekarang sebesar 750.000, mba sekarang membawa uang berapa? 50.000 ada?." tambah si bapak HRD. Lalu saya menjawab lagi "maaf pak, saya belum menyiapkannya". Setelah itu akhirnya interview pun selesai.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal tersebut saya menyimpulkan bahwa saya hampir saja menjadi korban penipuan lowongan kerja.
Menurut saya, dengan kejadian seperti ini, kita sebagai orang yang membutuhkan pekerjaan, kita harus selalu berhati-hati kepada lowongan kerja yang menawarkan pekerjaan tidak jelas sumbernya. Oleh sebab itu, berikut tips dalam mencegahnya:
1. Cari informasi tentang perusahaan di website resmi perusahaan.
2. Selalu perhatikan email perusahaan.
3. Cek kesesuaian alamat dan no telepon.
4. Selalu berhati-hati dengan iming-imingan gaji yang tinggi.