Konten dari Pengguna

Cara Menemukan Kembali Fokus di Dunia yang Bising Ala Gen Z

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salsa Nabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilutration AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilutration AI

Gen Z, Pernahkah kalian membuka ponsel untuk memeriksa jadwal tetapi berakhir menghabiskan 30 menit untuk scroll di media sosial? Di era digital sekarang, perhatian kita adalah komoditas yang paling diperebutkan. Setiap aplikasi, notifikasi, dan bunyi berdenting dirancang untuk menarik fokus kita.

Akibatnya, kita sering merasa lelah secara mental, sulit menyelesaikan satu tugas hingga tuntas, dan terus-menerus merasa cemas. Kehilangan fokus bukan karena kita malas, melainkan karena otak kita sedang kewalahan menghadapi stimulasi yang berlebihan.

Menemukan kembali fokus di tengah dunia yang bising ini bukanlah hal yang mustahil.

Berikut adalah langkah-langkah praktis ala gen z yang bisa kita terapkan mulai hari ini.

  1. Buat Batas yang Jelas Antara "Waktu Layar" dan "Waktu Nyata" Kebisingan terbesar hari ini berasal dari layar di genggaman kita. Tanpa batas yang jelas, pikiran kita akan terus bekerja mengolah informasi baru yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Solusinya: Terapkan aturan bebas gawai pada jam pertama setelah bangun tidur dan jam terakhir sebelum tidur. Gunakan waktu ini untuk menulis jurnal, membaca buku fisik, atau sekadar menikmati kopi tanpa gangguan digital.

  2. Jangan biarkan ponsel mendikte kapan kita harus memberi perhatian. Otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk kembali fokus ke tugas semula setelah terdistraksi oleh satu notifikasi.

    Solusinya: Matikan semua notifikasi non-esensial. Gunakan fitur Do Not Disturb atau Focus Mode saat bekerja, dan batasi aplikasi media sosial hanya pada jam-jam tertentu.

  3. Multitasking atau mengerjakan banyak hal sekaligus adalah mitos yang merusak produktivitas. Ketika kita merasa sedang melakukan multitasking, otak kita sebenarnya hanya berpindah fokus dengan sangat cepat dari satu hal ke hal lain (task-switching), yang menguras energi mental dengan cepat.

    Solusinya: Dedikasikan waktu 25–30 menit penuh hanya untuk satu pekerjaan (gunakan metode Pomodoro). Singkirkan semua tab browser dan barang di meja yang tidak berhubungan dengan tugas tersebut.

Fokus bukanlah kemampuan bawaan yang dimiliki sebagian orang. Fokus adalah otot yang perlu dilatih secara konsisten. Di tengah dunia yang bising, kemampuan untuk fokus dan mengabaikan gangguan adalah kekuatan terbesar kita. Mulailah dari satu perubahan kecil hari ini, dan rasakan bagaimana kendali atas pikiran kita perlahan kembali.