Konten dari Pengguna

Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Perkembangan Bisnis Cafe

Salsha Billah Manfaluty

Salsha Billah Manfaluty

Mahasiswi London School of Public Relations Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salsha Billah Manfaluty tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak pada setiap aspek kehidupan masyarakat di Indonesia, terutama sektor perekonomian. Pada masa sekarang, masyarakat semakin terisolasi dengan adanya protokol Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang juga berimbas kepada bisnis-bisnis kecil di sekitaran Jakarta. Bisnis kecil mampu membawa masyarakat agar semakin produktif dalam berinovasi. Salah satunya adalah Janjian Coffee, yang terletak di Bogor, Jawa Barat. Kafe ini awalnya membuka layanan dan jasanya secara normal. Tetapi setelah terdampak Covid-19, bisnis ini juga mengalami proses yang pasang surut yang pada umumnya memberi dampak negatif. Manager dari kafe tersebut adalah Ayu, seseorang yang telah mengurusi kafe ini selama masa pandemi.

Foto Kedai Kopi Janjin Coffee (Dok. Saskya)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Kedai Kopi Janjin Coffee (Dok. Saskya)

 Selama masa pandemi, dan di tengah protokol PSBB yang sedang berlangsung, Janjian Coffee menutup usahanya dikarenakan aturan-aturan yang telah diselenggarakan pemerintah setempat. Ayu sendiri mengutarakan bagaimana dampak yang diterima Janjian Coffee selama masa pandemi berlangsung. Salah satu permasalahan yang dihadapinya adalah keuangan yang tidak lancar. Secara keseluruhan, dampak yang diberikan memberi penurunan pada tingkat penjualan produk dikarenakan tutupnya kafe tersebut. Hal ini juga memberi imbas pada arus pendapatan yang tidak maksimal, sehingga para karyawan yang bekerja juga mengalami penurunan upah. Akan tetapi, Ayu menjelaskan bahwa kafe tersebut tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap karyawan-karyawan tersebut, karena kafe tersebut juga memperhatikan aspek loyalitas terhadap para karyawan. “Kita juga memperhatikan loyalitas karyawan”, ucap Ayu ketika diwawancara. Kamis (22/10/2020). Seiring dengan berjalannya waktu, kafe tersebut mulai mengambil langkah-langkah strategis yang dinilai mampu mempertahankan jalannya bisnis yang bergerak dalam bidang beverage. Salah satunya melalui menu minuman baru yang mampu dinikmati oleh segmentasi pasar keluarga dan anak muda, sehingga tidak memberi kesan yang kuno bagi variasi rasa minum yang disediakan kafe tersebut. Ayu menerangkan bahwa penjualan kafe yang dikelolanya mengalami penurunan selama masa pandemi Covid-19, dikarenakan tutupnya toko yang memberi dampak negatif kepada aspek pendapatan dan juga produktivitas karyawan. Ayu sendiri berharap bahwa Janjian Coffee hanya tutup sementara dan mampu melanjutkan penjualan secepatnya agar dapat memaksimalkan penjualan di masa depan.

Salsha Billah Manfaluty London School Of Public Relations Jakarta.