Konten dari Pengguna

Prinsip 4B: Brain, Beauty, Behavior, and Brave Sebagai Wujud Citra Perempuan

Salvia Neysa Syakira

Salvia Neysa Syakira

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salvia Neysa Syakira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber foto: Phong Nguyen Dinh dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Sumber foto: Phong Nguyen Dinh dari Pixabay

Pendahuluan

Perempuan. Pe. rem. pu. an. Pertanyaan-pertanyaan seputar apa itu perempuan, siapa itu perempuan, perannya seperti apa di kehidupan seringkali timbul. Untuk menjawab pertanyaan tersebut tulisan ini hadir untuk menjelaskan tentang perempuan. Perempuan merupakan gender yang berlawanan dari laki-laki. Memiliki pengertian yang /menurut KBBI, (1) n orang (manusia) yg mempunyai vagina, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita (2) n istri; bini; dan (3) n betina (khusus untuk hewan). Yang sudah pasti berbeda dengan laki-laki baik jenis kelaminnya maupun kodratnya.

Secara etimologi, dilansir dari www.cxomedia.id, perempuan diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti 'pu' yang berarti hormat. Ada juga yang berpendapat bahwa kata perempuan diambil dari bahasa Jawa Kuno 'empu' yang berartikan tuan, mulia, ataupun hormat, kemudian mengalami afiksasi dengan penambahan imbuhan 'per; dan 'an' hingga menjadi perempuan.

Berkaca dengan definisi tersebut, berarti perempuan merupakan manusia yang terhormat atau mulia. Setiap perempuan pasti memiliki kemuliaan yang ada pada dirinya masing-masing. Kemuliaan inilah yang harus dijaga. Belakangan ini muncul istilah 4B yang merupakan kependekan dari Brain, Beauty Behavior, dan Brave yang bisa diartikan kecantikan, kecerdasan, sikap, dan keberanian. Hadirnya 4B ini merupakan salah satu tolak ukur yang bisa menjadikan perempuan dengan citra yang inspiratif dan berjiwa positif. Sebagai perempuan kita harus menerapkan prinsip 4B yang dapat meningkatkan value kita sehingga bisa bermanfaat bagi sekitar.

Apa itu 4B?

Seperti yang sudah dikatakan di atas prinsip 4B merupakan singkatan dari (Brain, Beauty, Behavior, dan Brave) yang akan menjadi titik tumpu perempuan untuk menjadikan dirinya inspiratif dan berjiwa positif. Prinsip 4B ini ialah 4 poin krusial yang jika diterapkan oleh perempuan mereka bisa memberikan citra mereka menjadi perempuan yang inspiratif dan berjiwa positif. Untuk penjelasan lebih lanjut, akan dijelaskan di bawah ini.

  1. Brain

    Brain yang berarti otak, mungkin bisa didefinisikan disini sebagai kecerdasan sebagai perempuan yang inspiratif sudah seharusnya memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang bisa mengerti banyak perspektif orang lain. Perempuan yang cantik ialah perempuan yang memiliki kecerdasan, baik secara akademis maupun non-akademis. Setiap manusia memiliki potensi tersendiri untuk mengembangkan kecerdasannya. Oleh karena itu, sebagai perempuan kita perlu untuk meningkatkan kecerdasannya melalui berbagai cara, seperti membaca buku, berdiskusi, terus mendorong diri untuk mencari ilmu sebagaimana hakikatnya ilmu adalah dasar daripada kehidupan untuk menindas kebodohan yang ada di muka bumi ini. Selain itu, sebagai perempuan juga kita harus memupuk pengalaman, karena dari pengalaman ia bisa belajar banyak hal yang akan berguna di kehidupannya nanti. Semakin banyak pengalaman yang telah ia coba, semakin banyak ia belajar dan semakin cerdas pula ia. Menurut Wahyuningtyas (2014), perempuan harus secara sadar dan berani membuka suara dengan kepercayaan diri yang tangguh, tidak hanya secara fisik, tetapi juga cara mereka menyampaikan apa yang ada pada pikirannya. Mendobrak ketertindasan dan keterbungkamannya dengan berbagai cara.

  2. Beauty

    Selain kecerdasan, juga ada kecantikan yang dibagi menjadi dua, yaitu cantik dari dalam dan cantik dari luar. Sebagai perempuan harus bisa menerapkan dua kecantikan itu di dalam dirinya. Cantik dari dalam yang berarti perempuan ini mempunyai kecantikan hati seperti kebaikan dan hati yang murni di dalam dirinya. Manusia merupakan makhluk yang diberikan fitrah yang condong akan kebenaran, oleh karena itu manusia harus bisa menunjukkan dan mengimplementasikan kebenaran itu sendiri. Seperti berbakti kepada orang tua, menolong orang lain, dan terus berbuat baik kepada sesama. Yang kedua, cantik dari luar, cantik yang bisa dilihat dengan mata, cantik yang bukan hanya semata-mata ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ia adalah perempuan yang memiliki kelebihan di fisik wajahnya, tetapi cantik yang bisa merawat penampilan diri yang akan meningkatkan self-esteem dan self-confident kita sebagai perempuan. Semua perempuan dilahirkan dengan kecantikannya tersendiri, tinggal bagaimana kita merawat kecantikan kita baik dari dalam maupun dari luar.

    Mengejar standar cantik yang hanya semata-mata berdasarkan ukuran fisik tentu saja akan kurang sempurna jika tidak diiringi dengan kecantikan hati yang tercermin dari akhlak yang baik dan terpuji. Fisik yang cantik namun sering menyakiti orang lain yang berasal dari perkataan dan perbuatannya hanyalah sia-sia. Mengejar kecantikan luar dalam akan membuat perempuan menjadi lebih bernilai positif dan membawa manfaat atas keberadaannya di dunia ini. (Rizkiyah et al, 2019).

  3. Behavior

    Behavior merupakan perilaku yang terpancar dari dalam hati seseorang dan dia termasuk daripada personality. Semakin baik perilaku yang ia tunjukkan kepada banyak orang, semakin baik pula personalitynya. Dengan begitu, ia akan mempunyai personality yang sangat baik jika dipandang oleh orang lain. Maka sebagai perempuan yang inspiratif kita harus bisa menempatkan perilaku dimana ia berada, tidak hanya semena-mena bertindak yang akhirnya bisa mengurangi value diri dari perempuan tersebut. Behavior merupakan sesuatu yang memang harus dipelajari sebelum bertindak, tetapi most behaviour is learned, yang berarti hampir semua perilaku bisa dipelajari sebelumnya. Untuk menjadi perempuan yang inspiratif, seseorang harus belajar mengenali seperti apa perilaku yang baik itu, sehingga ia bisa beradaptasi di manapun ia sedang berada.

  4. Brave

    Sebenarnya brave termasuk di dalam behaviour, karena ia merupakan bagian daripada personality seseorang. Dengan menerapkan keberanian ini, kita sebagai perempuan bisa mendapatkan berbagai manfaat. Contohnya, dengan berani berpendapat, perempuan bisa saja mewujudkan aspirasinya, dengan berani membuka percakapan dengan orang lain kita bisa mendapatkan relasi baru yang akan bermanfaat di kemudian hari. Brave berperan penting dalam softskill leadership dimana kemampuan leadership bisa membuat seseorang dominan di dalam suatu lingkaran yang akhirnya bisa membuat seseorang tersebut memiliki pengaruh besar. Menurut Iskandar (2021), seorang pemimpin tidak dilahirkan tapi harus bekerja keras mempelajarinya.

    Pada dasarnya, keberanian muncul ketika kita memiliki percaya diri yang tinggi dan memahami diri kita seperti apa. Rumusnya adalah Ideal Self - Real Self, yang dimana Ideal Self adalah kondisi seseorang ingin dilihat oleh orang lain sebagaimana diinginkannya, dengan adanya Ideal Self ini seseorang akan menjadikannya motivasi dan terus mendorong dirinya untuk mencapai keinginannya. Dan Real Self adalah kondisi nyata seseorang pada realitanya saat ini, dengan adanya Real Self bisa membuat orang mengidentifikasi kemampuannya dan bisa menempatkan diri dia sesuai dengan bidang yang mana. Tentunya perbedaan Ideal Self dan Real Self ditujukan untuk seseorang bisa memahami kondisinya masing-masing. Semakin besar selisih di antara keduanya, maka semakin minder seseorang dan akan semakin takut untuk menunjukkan kemampuan yang mereka punya.

Kesimpulan

Dengan menerapkan prinsip 4B di dalam kehidupan perempuan, bisa membantu mereka menopang masa depan mereka dan akan menjadikan ia sebagai perempuan yang inspiratif dan cantik. Seperti yang sudah disebutkan di atas, dengan mengetahui kapasitas diri, dan membuat diri terus termotivasi serta akhirnya bisa melakukan hal sesuai dengan yang diinginkannya, itu akan membuat perempuan semakin menarik dan akan banyak orang-orang terinspirasi olehnya. Cantik yang dimaksud disini bukan hanya penampilan yang dirawat saja, melainkan cantik yang ada di dalam hati dan bisa membuat dirinya berguna untuk sekitar. Oleh karena itu, perempuan harus bisa mempelajari, memilah, dan memilih perilaku mana yang harus ia tunjukkan kepada banyak orang, yang baik kah? atau yang buruk kah? Hingga akhirnya bisa membuat dirinya lebih bijak dalam berperilaku. Juga dengan keberanian, perempuan bisa mewujudkan aspirasinya yang selama ini dipendam oleh dunia. Perempuan juga bisa bersuara dan berani dalam bertindak sehingga akan menguatkan kemampuan leadershipnya. Seperti yang diketahui kemampuan leadership memiliki peran penting dalam hidup seseorang. Sehingga ia bisa menjadikan personalitynya menarik di mata orang lain.

Dari 4 poin yang telah dijelaskan sebenarnya tujuannya tak jauh berbeda, yaitu ingin membuat perempuan berkembang dengan kemampuan yang telah ada di dalam dirinya, tinggal bagaimana perempuan mengembangkan dan mengasah kemampuan tersebut. Menurut Norbaiti pada Episode ketiga “Ngopi Sore” Ngobrol Pintar dan Inspiratif persembahan Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kalimantan Timur, “Wanita inspiratif adalah wanita yang bisa memberikan contoh kehidupan positif setiap hari.”. Oleh karena itu, kehadiran prinsip 4B (Brain, Beauty, Behavior, Brave) yang diaplikasikan dalam kehidupan perempuan akan berperan besar dalam membentuk sosok perempuan sebagai perempuan yang inspiratif dengan jiwa positif.