Mr Brank Sasar Industri Fesyen Millenial Pria Dengan Style Hitam Putih

Blogger, Penulis Lepas, Typist, Notulis
Konten dari Pengguna
1 Juni 2019 21:29
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Nugroho Nurani Azhar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Dokumen Ero Pradolly Prasitha
zoom-in-whitePerbesar
Dokumen Ero Pradolly Prasitha
Warna basic hitam putih masih menjadi favorit banyak kalangan. Tanpa terkecuali anak muda millenial yang ingin selalu tampil eksis, ndak ribet, namun tetap stylish serta dinamis. Tak heran, jika gaya monochrome yang memadu padankan warna dasar hitam, putih dan abu-abu menjadi idaman tren fesyen anak muda jaman now. Karena style hitam putih lebih fleksibel, netral, dan mudah diaplikasikan dalam berbagai suasana baik casual maupun formal.
ADVERTISEMENT
Populasi millenial yang mencapai 90 juta jiwa atau kira-kira sepertiga dari total jumlah penduduk di Indonesia melatarbelakangi Mbak Nurul Eka Yulifah bersama suaminya yang juga seorang dokter yang kebetulan menggemari fesyen style hitam putih untuk menjajal peluang di industri fashion anak muda ber genre pria yang diberi nama dagang Mr.Brank.
Brand Mr. Brank pertama kali diadaptasi berasal dari istilah Kumis dalam bahasa Jawa diartikan sebagai Brengos, yang kemudian dengan pertimbangan komersial diubah menjadi Brank. Melalui keunggulan kualitas produk fashion Mr. Brank, Mbak Nurul optimistis dapat menduniakan kota Gresik, ujarnya saat ditemui ketika soft launching Mr.Brank di Gedung Wisma A.Yani, Gresik (17/5).
Dari segi kualitas bahan nyaman dan ramah sablon, bordir, printing, sampai ke produk dan handmade. Sisi desainnya mencerminkan gaya hidup anak muda terutama pria yang kekinian, sportif, dengan tulisan nyeleneh dan berbagai kutipan jenaka yang menggelikan. Selain itu, Mbak Nurul juga mencoba membuat setiap konsumennya merasa istimewa karena model dan desain yang ditawarkan meski dominan bertemakan hitam putih tapi tetap tidak pasaran, prestise dan limited edition.
ADVERTISEMENT
Untuk target pasar, Mr.Brank menyasar segmentasi mulai dari kelas ekonomi sampai menengah dengan kisaran harga 100 ribu hingga satu juta rupiah untuk berbagai varian produk, diantaranya ada syal, topi, celana pendek, celana panjang, jaket, sweater, sweatshirt, hoodie, T-Shirt, kemeja dan lain sebagainya.
Soal pemasarannya sudah tidak diragukan lagi. Selain secara offline melalui store juga dijual secara online baik dengan sistem penjualan langsung, reseller dan franchise. Dalam kurun setahun terakhir saja sudah berani merambah ke kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Malang, dan Medan. Selain sektor domestik Mr.Brank akan menjajaki pasar ekspor. Paling tidak menjangkau negara tetangga dulu seperti Malaysa, Brunei, Singapura, dan Australia.
ADVERTISEMENT