Konten dari Pengguna

Fintech di Era Digital: Antara Kemudahan, Risiko, dan Kesadaran Masyarakat

Samrotul Fuadhah

Samrotul Fuadhah

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Samrotul Fuadhah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan



Sumber Foto:Ilustrasi penggunaan fintech dan risiko keamanan digital dalam transaksi keuangan masyarakat. Sumber: Ilustrasi AI, dibuat dengan ChatGPT.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Foto:Ilustrasi penggunaan fintech dan risiko keamanan digital dalam transaksi keuangan masyarakat. Sumber: Ilustrasi AI, dibuat dengan ChatGPT.

Fintech di era digital memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi keuangan, mulai dari pembayaran, pinjaman online, hingga investasi. Kehadiran financial technology (fintech) membuat layanan keuangan lebih cepat dan praktis. Namun, di balik kemudahan fintech, terdapat risiko digital seperti penipuan online, pinjaman ilegal, dan penyalahgunaan data pribadi. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan literasi keuangan digital agar mampu menggunakan fintech secara aman dan bijak.

Masyarakat juga perlu memeriksa legalitas penyedia layanan keuangan melalui informasi resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar terhindar dari layanan pinjaman online ilegal.

Manfaat Fintech di Era Digital

Manfaat fintech jelas terasa. Prosesnya cepat, biayanya sering lebih murah, dan menjangkau orang yang selama ini sulit akses ke bank. Pelaku UMKM bisa menerima pembayaran lewat QRIS, anak muda bisa mulai investasi dengan modal kecil, dan pinjaman online bisa cair dalam hitungan menit. Buat banyak orang, fintech memang solusi yang nyata

bikin orang berani berutang tanpa menghitung kemampuan bayar. Fitur paylater yang tinggal klik membuat belanja terasa ringan Masalahnya, kemudahan ini sering membuat kita lengah. Pinjaman online yang cair cepat bisa, padahal tagihannya tetap menunggu di akhir bulan. Bunga, denda, dan biaya admin pun sering tidak dibaca dengan teliti karena syarat dan ketentuannya panjang dan kebanyakan langsung disetujui begitu saja.

Risiko Fintech Bagi Masyarakat

Risiko lain yang tidak kalah serius adalah kejahatan digital. Penipuan lewat link palsu, akun e-wallet yang dibobol, sampai pinjol ilegal yang menyebarkan data pribadi masih sering terjadi. Korbannya bukan hanya orang yang gaptek, tapi juga orang yang merasa sudah paham teknologi. Ditambah lagi, tidak semua orang tahu bedanya fintech yang legal dan terdaftar di OJK dengan yang ilegal. Kadang tawaran bunga rendah dan proses mudah justru jadi jebakan.

Pentingnya Literasi Keuangan Digital dan Perlindungan Data Pribadi

Di sinilah literasi keuangan dan literasi digital jadi penting. Teknologinya sudah maju, tapi pemahaman masyarakat belum tentu ikut berkembang. Banyak orang pintar memakai aplikasi, tapi belum tentu paham risikonya, apalagi cara melindungi data pribadi

Menurut saya, masyarakat belum sepenuhnya siap, dan itu wajar karena perkembangannya memang sangat cepat. Yang perlu dilakukan bukan menjauhi fintech, tapi memakainya dengan sadar. Cek dulu apakah layanannya sudah berizin OJK, jangan pernah bagikan OTP atau PIN ke siapa pun, dan hindari klik link dari sumber yang tidak jelas. Untuk pinjaman, pinjam hanya sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar. Pemerintah, OJK, dan penyedia layanan juga perlu terus mengedukasi masyarakat, tidak cuma mengawasi.

Fintech itu alat bantu yang sangat berguna. Tapi seperti alat lainnya, kalau dipakai tanpa pemahaman, ia bisa menjadi masalah. Jadi sebelum tergoda kemudahannya, pastikan dulu kita sudah paham risikonya.

Ilustrasi penggunaan fintech dan risiko keamanan digital dalam transaksi keuangan masyarakat. Sumber: Ilustrasi AI, dibuat dengan ChatGPT.