Konten dari Pengguna

Berawal dari IPM, Naula Kini Pimpin OSIS SMAN 1 Kedungadem

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Samsul Arifin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Vanish Naula Ramadani Putri Ketika Masih Memakai Jas IPM Kedungadem (Sumber: Vanish Naula Ramadani Putri)
zoom-in-whitePerbesar
Vanish Naula Ramadani Putri Ketika Masih Memakai Jas IPM Kedungadem (Sumber: Vanish Naula Ramadani Putri)

Pengalaman berorganisasi sejak bangku madrasah menjadi bagian dari perjalanan Vanis Naula Ramadani Putri dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Alumni MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem ini pernah menjabat sebagai Sekretaris Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 2023–2024. Kini, ia dipercaya menjadi Ketua OSIS SMA Negeri 1 Kedungadem.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana organisasi pelajar dapat menjadi ruang belajar untuk mengenal tanggung jawab, membangun komunikasi, dan bekerja sama dengan orang lain. Pengalaman itu juga dapat menjadi bekal ketika seorang pelajar memasuki lingkungan pendidikan yang baru.

Belajar Memimpin dari Organisasi Pelajar

Saat menempuh pendidikan di MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem, Naula sapaan akrabnya aktif mengikuti kegiatan IPM. Amanah sebagai sekretaris pada periode 2023–2024 memberinya kesempatan untuk mengenal proses kepengurusan organisasi pelajar.

Dalam organisasi, siswa tidak hanya belajar menjalankan program kerja. Mereka juga berlatih berkoordinasi, menyampaikan gagasan, mengatur tanggung jawab, dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kelas. Melalui kegiatan organisasi, pelajar dapat mengenali potensi diri sekaligus belajar menghadapi perbedaan pendapat dan menyelesaikan tugas bersama.

Bagi Naula, pengalaman sebagai pengurus IPM menjadi bagian dari perjalanan yang berlanjut ketika ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Kedungadem.

Dari Sekretaris IPM Menjadi Ketua OSIS

Kepercayaan kepada Naula untuk memimpin OSIS SMA Negeri 1 Kedungadem menjadi babak baru dalam perjalanan organisasinya. Peran tersebut menghadirkan tanggung jawab yang berbeda sekaligus kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan.

Sebagai ketua OSIS, kemampuan berkomunikasi, mendengarkan aspirasi siswa, membangun kerja sama dengan pengurus, dan berkoordinasi dengan pihak sekolah menjadi hal penting.

Kepemimpinan pelajar bukan hanya tentang jabatan atau kemampuan mengarahkan orang lain. Lebih dari itu, seorang pemimpin perlu bersedia mendengarkan, menerima masukan, menjalankan tanggung jawab, dan mengajak teman-temannya terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat.

Pengalaman berorganisasi sebelumnya dapat menjadi modal bagi Naula untuk terus belajar menjalankan amanah tersebut. Namun, kepemimpinan juga merupakan proses yang membutuhkan kemauan untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki cara bekerja.

Organisasi sebagai Ruang Tumbuh Pelajar

Kisah Naula mengingatkan kita pada pentingnya organisasi pelajar dalam mendukung perkembangan siswa. Di sekolah, pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui materi pelajaran, tetapi juga melalui pengalaman berinteraksi, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan tanggung jawab bersama.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, belajar berorganisasi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal yang berguna ketika siswa melanjutkan pendidikan dan menghadapi tantangan baru.

Meski IPM dan OSIS memiliki struktur serta lingkungan yang berbeda, keduanya memberi kesempatan kepada pelajar untuk berlatih berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi komunitas sekolah.

Perjalanan Naula dari Sekretaris IPM MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem hingga menjadi Ketua OSIS SMA Negeri 1 Kedungadem menunjukkan kesinambungan pengalaman dalam dunia organisasi pelajar.

Pada akhirnya, kemampuan memimpin tidak terbentuk hanya karena seseorang memperoleh jabatan. Kepemimpinan tumbuh melalui proses belajar, kesediaan menjalankan tanggung jawab, dan kemampuan bekerja bersama orang lain.

Pengalaman Naula dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk berani terlibat dalam kegiatan positif. Sebab, organisasi bukan semata-mata tempat mengejar posisi, melainkan ruang untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.