Dari Ketua IPM Menjadi Wakil Ketua OSIS: Perjalanan M. Ghabriel Febriansyah

Pendidik dan penulis yang senang mengabadikan cerita dari ruang kelas, masyarakat, dan lingkungan sekitar. (MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem)
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Samsul Arifin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bojonegoro —Ada banyak hal yang bisa dipelajari selama menjadi pelajar. Selain ilmu yang diperoleh di dalam kelas, pengalaman berorganisasi juga dapat menjadi bekal berharga untuk mengenal tanggung jawab, membangun komunikasi, dan belajar memimpin.
Hal itu tergambar dalam perjalanan M. Ghabriel Febriansyah, alumni MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem. Setelah pernah dipercaya menjadi Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem periode 2023–2024, kini ia mendapat amanah baru sebagai Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SRMA 36 Bojonegoro periode 2026–2027.
Perjalanan tersebut menarik untuk dicermati. Pengalaman yang diperoleh ketika masih duduk di bangku madrasah menjadi bagian dari prosesnya dalam mengembangkan diri. Kini, di lingkungan pendidikan yang berbeda, Ghabriel kembali memiliki kesempatan untuk belajar melalui organisasi pelajar.
Belajar Memimpin Sejak di Bangku Madrasah
Menjadi ketua organisasi pelajar tentu bukan sekadar soal memiliki jabatan. Ada tanggung jawab yang harus dijalankan, gagasan yang perlu disampaikan, serta kerja sama yang harus dibangun bersama anggota.
Ketika menjabat sebagai Ketua IPM Ranting MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem pada periode 2023–2024, Ghabriel mendapatkan kesempatan untuk mengenal kehidupan organisasi dari dekat.
Dalam organisasi, seseorang belajar bahwa tidak semua hal dapat dikerjakan sendirian. Ada kalanya sebuah gagasan harus didiskusikan, pendapat yang berbeda perlu dipertimbangkan, dan keputusan harus diambil dengan memperhatikan kepentingan bersama.
Pengalaman semacam itu menjadi ruang pembelajaran yang berbeda dari kegiatan belajar di kelas. Jika di kelas pelajar banyak memperoleh pengetahuan melalui materi pembelajaran, dalam organisasi mereka berkesempatan mempraktikkan komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab.
Tentu saja, pengalaman setiap pengurus organisasi tidak selalu berjalan mulus. Ada tantangan yang perlu dihadapi dan proses yang membutuhkan kesabaran. Namun, justru melalui proses tersebut, seorang pelajar dapat belajar memahami arti komitmen dan kedisiplinan.
Pengalaman menjadi Ketua IPM menjadi salah satu bagian dari perjalanan Ghabriel sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Amanah Baru di Lingkungan Sekolah yang Berbeda
Kini, Ghabriel kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengambil peran dalam organisasi pelajar. Ia dipercaya menjadi Wakil Ketua OSIS SRMA 36 Bojonegoro periode 2026–2027.
Jabatan tersebut menghadirkan kesempatan baru untuk melanjutkan proses belajar tentang kepemimpinan. Lingkungan sekolah yang berbeda tentu membawa pengalaman dan tantangan tersendiri.
Sebagai wakil ketua, ia memiliki peran untuk mendukung ketua OSIS dan bekerja sama dengan pengurus lainnya dalam menjalankan program organisasi. Tanggung jawab tersebut membutuhkan komunikasi yang baik, kedisiplinan, serta kemauan untuk bekerja bersama.
Namun, menjadi pemimpin bukan berarti harus selalu berada di depan atau menjadi orang yang paling banyak berbicara. Kepemimpinan juga terlihat dari kesediaan mendengarkan, membantu ketika dibutuhkan, dan menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh.
Di sinilah organisasi menjadi ruang belajar yang penting bagi pelajar. Mereka tidak hanya berlatih menyampaikan gagasan, tetapi juga belajar menghargai orang lain dan memahami bahwa keberhasilan sebuah program merupakan hasil kerja bersama.
Kepercayaan yang diberikan kepada Ghabriel menjadi kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan tersebut.
Pengalaman Organisasi Tidak Berhenti pada Jabatan
Ada satu hal yang menarik dari perjalanan seorang pelajar yang aktif berorganisasi. Pengalaman yang diperoleh tidak seharusnya berhenti ketika masa jabatan berakhir.
Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, komunikasi, dan kerja sama dapat dibawa ke berbagai lingkungan. Pengalaman itu juga dapat menjadi bekal ketika seseorang menghadapi tantangan baru dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks Ghabriel, pengalaman di IPM dan amanah barunya di OSIS memperlihatkan bahwa organisasi pelajar dapat menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan potensi diri.
Meski demikian, pengalaman organisasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang pelajar. Pendidikan akademik tetap penting, begitu pula pembentukan karakter dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan.
Keduanya dapat berjalan beriringan. Pelajar dapat terus belajar di kelas sekaligus mengembangkan keterampilan melalui kegiatan organisasi, selama mampu mengatur waktu dan menjalankan tanggung jawab dengan seimbang.
Karena itu, pengalaman Ghabriel dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk berani mencoba hal baru, mengambil tanggung jawab, dan terlibat dalam kegiatan positif di sekolah.
Tidak perlu menunggu menjadi orang yang paling berpengalaman untuk mulai belajar memimpin. Kesempatan kecil yang dijalankan dengan sungguh-sungguh pun dapat menjadi awal dari proses pengembangan diri.
Dari Madrasah, Melangkah Menuju Pengalaman Baru
Bagi keluarga besar MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem, perjalanan Ghabriel menjadi pengingat bahwa proses pendidikan tidak berhenti ketika seorang siswa menyelesaikan masa belajarnya di madrasah.
Pengalaman, nilai, dan kebiasaan baik yang diperoleh selama bersekolah dapat menjadi bekal untuk melangkah ke lingkungan yang lebih luas.
Organisasi pelajar, termasuk IPM, memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar mengambil peran dan menjalankan tanggung jawab bersama. Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam membentuk karakter dan kemampuan kepemimpinan.
Tentu, setiap pelajar memiliki jalan dan kesempatan yang berbeda. Tidak semua orang harus menjadi ketua atau wakil ketua organisasi untuk dapat berkembang. Ada banyak cara untuk belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Hal terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang tersedia.
Kini, M. Ghabriel Febriansyah memulai babak baru sebagai Wakil Ketua OSIS SRMA 36 Bojonegoro periode 2026–2027. Amanah tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman sekaligus mengembangkan kemampuan yang telah mulai dibangun sejak di bangku madrasah.
Semoga langkah ini menjadi bagian dari perjalanan yang bermakna baginya. Bukan semata-mata karena jabatan yang berhasil diraih, melainkan karena setiap pengalaman dapat menjadi pelajaran untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.
Sebab, pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya tentang posisi yang ditempati, tetapi juga tentang proses belajar, sikap yang ditunjukkan, dan manfaat yang dapat diberikan kepada lingkungan.
