Dua Siswa MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem Bawa BMK Bojonegoro Raih Juara II
Tulisan dari Samsul Arifin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lapangan sepak bola menjadi salah satu ruang bagi Basya Nur Ulhul Azmi dan Axcel Narendra Arshandy untuk mengembangkan bakat sekaligus belajar tentang kerja sama. Dua siswa MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem itu turut memperkuat Club BMK Bojonegoro dalam Piala Grassroot U-13 Zona Blora–Pati, Jawa Tengah, (5/10/2026).
Perjalanan keduanya bersama BMK Bojonegoro berakhir dengan pencapaian sebagai Juara II. Tim tersebut membawa pulang trofi dan sertifikat penghargaan dari kompetisi sepak bola kelompok usia di bawah 13 tahun tersebut.
Bagi Basya dan Axcel, capaian itu bukan sekadar soal posisi akhir di klasemen. Mengikuti kompetisi menjadi kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan, bertemu pemain seusia dari daerah lain, sekaligus menguji kemampuan yang selama ini mereka kembangkan melalui latihan.
Sepak bola juga mengajarkan mereka bahwa kemampuan individu bukan satu-satunya faktor dalam sebuah pertandingan. Setiap pemain harus mampu berkomunikasi, memahami peran, mengikuti strategi, dan bekerja sama dengan anggota tim.
Pengalaman seperti itu menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pemain muda.
Mendapat Apresiasi dari Madrasah
Prestasi yang diraih kedua siswa tersebut mendapat apresiasi dari Kepala MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem, Ahmad Syaeful Anam.
“Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih Basya dan Axcel bersama Club BMK Bojonegoro. Juara II ini tentu menjadi kebanggaan bagi madrasah. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi keduanya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman mengikuti kompetisi dapat memberikan pelajaran yang tidak selalu diperoleh siswa melalui pembelajaran di dalam kelas.
Menurutnya, proses latihan dan pertandingan dapat membentuk kedisiplinan, kerja keras, kemampuan bekerja sama, serta sikap sportif.
“Kami berharap siswa-siswa lainnya juga terus semangat mengembangkan potensi yang dimiliki. Prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang proses, disiplin, kerja keras, kerja sama, dan pengalaman,” katanya.
Dari Latihan Menuju Kompetisi
Bagi pemain muda, kompetisi menjadi bagian dari proses untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang telah dilatih. Kemenangan memang menjadi target, tetapi pengalaman bertanding juga memiliki nilai tersendiri.
Hal itu pula yang diperoleh Basya dan Axcel saat bergabung bersama Club BMK Bojonegoro dalam Piala Grassroot U-13.
Mereka tidak hanya membawa pengalaman pertandingan ketika kompetisi berakhir. Ada proses latihan, kerja sama dengan rekan satu tim, mengikuti arahan pelatih, hingga menjaga konsistensi selama pertandingan yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Prestasi Juara II yang diraih BMK Bojonegoro pun menjadi catatan tersendiri bagi kedua siswa MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem.
Ke depan, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi Basya dan Axcel untuk terus mengembangkan kemampuan sepak bola serta mengikuti berbagai kompetisi lainnya.
Bagi madrasah, pencapaian keduanya menunjukkan bahwa ruang pengembangan siswa tidak hanya berada di dalam kelas. Bakat olahraga, seni, maupun bidang lainnya juga membutuhkan dukungan agar dapat berkembang secara optimal.
Dari lapangan sepak bola, Basya dan Axcel kini membawa pulang lebih dari sekadar trofi. Mereka juga mendapatkan pengalaman tentang kerja sama, disiplin, dan sportivitas yang menjadi bagian dari proses perjalanan sebagai pemain muda.

