Lebih dari Sekadar Manis: Gula Aren Sehat dari Lahan Hingga ke Cangkir Kopi

Dosen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sanda Patrisia Komalasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bagi sebagian orang, kopi bukan sekadar minuman. Ia adalah jeda, teman diskusi, bahkan gaya hidup.
Namun, apa yang biasanya ditambahkan kedalam secangkir kopi? Gula pasir? Atau sudah beralih ke pemanis lain yang lebih ramah tubuh?
Kini, gula aren hadir sebagai bintang baru di dunia kopi. Aromanya khas, manisnya lembut, dan—bonus besar—lebih sehat dibandingkan gula pasir.
Gula Aren Jadi Favorit Pecinta Kopi
Gula aren punya indeks glikemik lebih rendah dibanding gula pasir. Artinya, energi tidak langsung melonjak lalu jatuh, melainkan lebih stabil. Cocok bagi mereka yang minum kopi bukan sekali sehari, tapi berkali-kali.
Rasanya pun berbeda. Kalau gula pasir hanya memberi rasa manis datar, gula aren menambahkan lapisan karamel alami dengan sentuhan gurih tipis. Inilah yang membuat banyak penikmat kopi merasa kopinya jadi lebih “hidup” ketika dipadukan dengan gula aren.
Selain itu, dalam setiap sendok gula aren ada mineral seperti kalium, kalsium, fosfor, hingga seng—sesuatu yang tak akan Anda temukan dalam gula rafinasi. Jadi, setiap tegukan bukan hanya nikmat, tapi juga sedikit lebih bersahabat untuk tubuh.
Dari Pohon ke Kopi: Cerita di Balik Manisnya
Butiran gula aren yang larut di cangkir kopi punya perjalanan panjang. Dari petani yang dengan sabar memukul tandan bunga pohon aren selama berminggu-minggu, menyadap nira setiap pagi dan sore, hingga memasaknya berjam-jam sampai mengental.
Prosesnya penuh kesabaran, tapi hasilnya luar biasa: gula dengan aroma pekat dan rasa yang sulit digantikan pemanis lain.
Sekarang, berkat inovasi, gula aren hadir dalam bentuk bubuk (gula semut) dan cair. Dua varian ini membuat barista lebih mudah bereksperimen: ada yang menuangkannya ke espresso shot, ada yang mencampurnya ke cold brew, ada pula yang membuat signature drink khas kafe mereka.
Niranta: Pilihan tepat untuk produk gula aren
Anda ingin mengganti pemanis Anda dengan gula aren?
Niranta Gula Aren adalah jawabannya. UMKM asal Padang ini menghadirkan gula aren dalam berbagai bentuk: padat, bubuk, sachet praktis, hingga cair yang pas untuk kopi.
Kualitasnya terjaga, aromanya kuat, dan rasanya konsisten—itulah kenapa banyak kafe sudah mempercayakan pilihan mereka pada Niranta. Produk ini bukan hanya teman kopi, tapi juga cocok untuk teh, kue, atau masakan keluarga sehari-hari.
Dan yang paling penting: mudah didapat. Anda bisa menemukan Niranta di Pasar Raya Padang, minimarket Budiman, atau cukup pesan dari rumah lewat Shopee (nirantagulaaren) dan situs resmi nirantagulaaren.com.
Kolaborasi Universitas Andalas dan Niranta
Sebagai wujud nyata pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, Universitas Andalas tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif mendampingi masyarakat lewat program pengabdian. Salah satu bentuknya adalah dukungan kepada UMKM, termasuk Niranta Gula Aren yang sejak tahun 2023 telah resmi menjadi UMKM binaannya.
Perjalanan pendampingan itu berlanjut lebih kuat pada tahun 2025, ketika Niranta terpilih mendapatkan pendanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat – Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang (PKM-MUB) dari Universitas Andalas. Kagiatan ini diketuai oleh Ibu Sanda Patrisia Komalasari, S.E., M.Si, bersama tim lintas disiplin yang turun langsung ke lapangan.
Tim Universitas Andalas tidak hanya memberikan bantuan berupa alat teknologi inovasi, tetapi juga memberikan serangkaian pelatihan dan pendampingan strategis terkait peningkatan kualitas produk dan sistem pencatatan keuangan dan pemasaran digital.
