Gym Bukan Tentang Label, Tapi Tentang Harapan dan Disiplin

Mahasiswa Universitas Pamulang Ilmu Komunikasi ingin melatih keterampilan menulis, agar terbiasa buat berpikir rasionalis, dan logis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Sandi Ferdiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebanyakan kalangan orang Indonesia selalu melabelkan orang-orang gym itu Gay atau termasuk dari kaum LGBT padahal tidak semestinya untuk labelkan seperti itu, karena itu adalah sebuah tanda stereoptip dari suatu kaum atau kelompok tertentu yang menggiring kan menjadi sebuah opini yang buruk, dan terjadi ada nya hambatan dalam berkomunikasi.
Kondisi ini sangat disayangkan bagi orang-orang yang ingin meraih badan impiannya, tapi mereka kehilangan keinginan untuk berolahraga dan merasa minder untuk bergerak karena adanya penghakiman, yang akhirnya membuat mereka semakin takut untuk mencoba.
Akan tetapi itu tidak patut dipermasalahkan, bahwa semestinya ketika orang melakukan kegiatan aktivitas tersebut termasuk hal yang positif. Karena kita cenderung mempunyai asumsi yang negatif, sehingga inilah yang membuat ke diri kita selalu tergiring oleh opini yang buruk.
Karena didunia gym merupakan aspek olahraga yang paling mudah dilakukan oleh orang-orang yang ingin mempunyai badan yang fit dan kuat bukan faktor itu juga, melainkan membuat ke diri kita ada suatu kebanggaan karena bisa mendapatkan umur jangka panjang bersama orang-orang yang kita sayangi, oleh karena itu kita sebaiknya saling menghargai bertemu dengan orang yang mempunyai badan yang bagus. Bisa jadi itu adalah faktor dari dedikasi yang tinggi atau disiplin karena telah mengorbankan waktu dan tenaga yang ia raih, melalui latihan yang sungguh-sungguh.
Ada beberapa aspek yang perlu kita ketahui dengan muncul nya stereotip terhadap kalangan anak gym, yaitu adalah orang-orang yang berpandangan buruk dengan melihat dari sisi gelap yang dimiliki oleh anak gym, yang mempunyai badan bagus selalu menjadi patokan yang buruk padahal tidak semesti nya begitu. Dengan kata lain ini bisa terjadi kemakan isu-isu dari omongan orang lain, yang bisa jadi benci atau iri karena tidak memiliki badan yang bagus.
Kemudian ada nya dikaitkan dengan gender, bahwa ketika perempuan yang sering berlatih di tempat gym akan mempunyai otot yang kekar dan tampak terlihat tajam, sehingga perempuan yang baru memulai takut karena bisa langsung berotot dan sedangkan yang di alami oleh kaum laki-laki adalah selalu melatih dibagian tubuh atas saja atau bisa dibilang (upper body). Lalu orang gym selalu narsis dengan foto mirror ketika lagi berlatih di tempat gym, sehingga ini terkesan keganggu oleh orang yang sedang berlatih.
Selanjutnya, ada dari Gym Rat yaitu orang yang selalu mengutamakan dari segi kebutuhan penampilan keren yang selalu diupload ke sosial media, lalu makanan yang harus seimbang dengan latihan, sehingga ini yang membuat dia peduli terhadap diri nya.
Kemudian, kita bisa melihat dari banyak nya seseorang atlet binaraga di Indonesia yang menjadikan motivasi terhadap diri sendiri, dengan melalui ajang kontes tersebut membuat tersadarkan oleh kita bahwa setiap sesuatu apa yang kita inginkan harus mempunyai jiwa kedispilinan dan kesabaran yang penuh, maka ini akan berdampak positif bagi kita. Karena segala sesuatu tidaklah instan.
Oleh karena itu, jika kita bertemu orang seperti itu, maka alangkah baiknya kita memperlakukan yang baik, lalu dapat menerima dengan senang hati, agar orang tersebut merasakan hal yang sama. Karena jika itu kita sering lakukan, maka akan ada nilai plus bagi diri kita, dan pada dasarnya jika kita ingin diperlakukan dengan baik, maka kita juga terlebih dahulu memperlakukan terhadap makhluk secara manusiawi. Supaya kita bisa dikelilingi oleh orang-orang baik.
Dengan demikian, Stereotip ini menegaskan kepada kita bahwa tidak selalu beranggapan anak gym itu. Gay atau Homo Seksual, narsis, dan sok paling jago, tapi nyata nya tidak seperti yang kalian bayangkan. Akan tetapi bisa jadi mereka yang beralih ke tempat gym ingin mempunyai badan yang sehat dan ideal, lalu ada juga yang habis diputusin sama pasangan nya mereka beralih ke tempat gym, kemudian mereka ingin mempunyai umur yang panjang supaya bisa menjalin dekat dengan pasangan atau keluarga nya, berlatih angkat beban. Selanjutnya di bidang dunia kontes binaraga yang menyebabkan kita tahu ini dapat memberikan motivasi terhadap diri sendiri.
Maka secara tidak langsung ini menggambarkan ke kita bahwa aspek yang kita dapat harus berpandang yang luas, jangan untuk mempersempit pandangan terhadap kalangan anak gym atau angkat beban. Sehingga ini bisa memicu suatu konflik jika itu dipersempitkan dalam segi ruang pandangan kita sendiri.
