Konten dari Pengguna

Menyeimbangkan Hati dan Ambisi

Sandi Ferdiansyah

Sandi Ferdiansyah

Mahasiswa Universitas Pamulang Ilmu Komunikasi ingin melatih keterampilan menulis, agar terbiasa buat berpikir rasionalis, dan logis

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sandi Ferdiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: foto bersama pasangan (Sumber: Foto Pemilik)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: foto bersama pasangan (Sumber: Foto Pemilik)

Hai perkenalkan nama aku Sandi Ferdiansyah, biasa di panggil Sandi disini aku mau cerita bahwa ada orang yang paling aku sayangi di dunia ini, yaitu Rahmah Ayu ialah sosok perempuan yang paling aku kagumi waktu di tahun 2021 aku memang sudah merasa nyaman ke dia, mulai dari obrolan yang random atau hal konyol, yang terkadang absurd tapi bisa aku terima dengan apa adanya.

Kemudian, seiring berjalan nya waktu. Kita pernah asing itu perkara aku masuk ke sekolah asrama yang sama sekali jarang main hp, kecuali kalau aku lagi dijenguk sama keluarga dan itu butuh waktu yang cukup lama, untuk kasih kabar ke dia. Namun aku selalu berusaha biar ada jarak dekat kita bertemu walaupun hanya secara vitual, tapi kesan nya bermakna banget bagi aku. Dan setelah sekian lama, setelah lulus dari sekolah asrama akhirnya aku bisa dekat lagi sama dia. Yaitu pada semasa menginjak dunia kuliah.

Inilah yang membuat aku ada kesempatan untuk dapatkan hati nya lagi, waktu itu ketika lagi ada liburan semester. Kita bertemu di Kota Bandung, karena dia sudah menjadi mahasiswa UPI, lalu kita banyak bercerita ke tempat coffeshop yang ada di Bukit Dago. Dan sekalian jalan-jalan di sekitaran Kota Bandung. Maka dari situlah aku mulai mengungkapkan rasa suka yang paling mendalam kepada nya, bahwa aku benar-benar cinta yang bukan hanya sekedar fisik tetapi dari sifat atau karakter nya. Sehingga ini yang membuat aku terkagum melihat nya, seperti bidadari yang turun dari langit.

Ialah yang aku dambakan dan sampai sekarang aku bisa memiliki nya, ditahap ini aku gak mau sia-sia kan waktu untuk bersama nya. Karena aku tahu, bahwa waktu itu memang gak bisa diulang lagi, di tahun ini aku bakal selalu memaksimalkan bisa terus bersama nya, walaupun dikejar tugas-tugas kuliah tetapi gapapa. Yang harus aku utamakan lebih dahulu adalah pendidikan baru dia, sosok yang paling aku sayang, dan aku cintai

Karena ketika aku bisa menyeimbangkan logika dan cinta ini memang berdampak ke aku sendiri mulai dari mindset alam bawah sadar aku, karena gak selalu bucin itu segala nya, tapi kita harus juga sadar dengan pola pikir kita yang waras. Agar gak selalu dibodohi dengan cinta yang haus dengan nafsu, ini bisa menyebabkan rendah nya harga diri kita yang seakan-akan menjadi pengecut yang selalu kalah dengan hawa nafsu yang gak dikontrol baik-baik.

Oleh karena itu kita sebagai lelaki yang sejati sebaiknya mempunyai integritas yang baik karena cikal bakal untuk regenerasi selanjutnya, yaitu kita dengan cara menerapkan apa yang kita sukai, seperti contoh nya melakukan aktivitas yang positif, baik dari olahraga, membaca jurnal, mengetik artikel atau yang lainnya. Maka ini bisa berdampak ke kita yang akan hal perkembangan diri yang baik secara bertahap.

Dan secara tidak langsung kita bisa mempunyai value atas diri hasil dari pencapaian kita. Sehingga orang lain pun bisa mencontoh kan yang baik, dengan perilaku kita lalu ini bisa terpancar kan aura positif kepada orang lain, yang bisa membuat orang bakalan respect ke kita, lalu kita juga harus menanam kan rasa empati dan rendah hati. Agar kita bisa mempunyai jaringan koneksi dimana-mana.

Ada beberapa dari penilitian di kutip dari jurnal. Sebanyak 87,5 persen perempuan Indonesia mengaku lebih melihat sifat, kepribadian, tata krama, dan perilaku sebagai daya tarik pria nan hakiki. Selanjutnya, 77,3 persen perempuan Indonesia juga lebih mungkin terpincut pada aspek kepintaran, pengetahuan, dan keahlian saat menilai pria.

Maka dari hal itu, kita dapat menyeimbangkan diantara cinta dan integritas kita, jadi jangan melulu dengan perkara bucin, boleh kita bucin terhadap pasangan tetapi harus di seimbangkan dengan tujuan hidup atau pencapaian masa depan, dan untuk saat ini jadikanlah sebuah pasangan itu sebagai tanda penambah penyemangat untuk diri kita. Atau dibilang support system karena kalau kita berhasil sampai garis di jenjang yang kita tempuh, maka itu adalah sebuah penghargaan yang sangat special yang orang jarang bisa melakukan nya, karena itu hanya termasuk orang-orang pilihan yang mempunyai jiwa kesetiaan yang tinggi dan kasih sayang tiada batas. Terhadap pasangan nya.

Jadi, walaupun jarak kita berjauhan, kamu di Bandung dan aku di Jakarta. Tidak ada pengahalang selama kita masih saling kasih kabar, karena hubungan itu bukan soal yang penting kasih kabar, akan tetapi kasih kabar itu penting.Tetap sama aku terus ya