KKP Bidik Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara di Cilacap dan Bitung

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, didampingi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, ketika memberikan keterangan pers, Desa Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, didampingi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, ketika memberikan keterangan pers, Desa Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan

Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan resmi dimulai pada Selasa (29/9) di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali.

Pelabuhan Pengambengan merupakan PPN kedua yang dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebelumnya, KKP telah mulai membangun PPN Kejawanan yang terletak di Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon.

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan bahwa tahap pembangunan pelabuhan perikanan modern terintegrasi lainnya adalah di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Cilacap, Jawa Tengah, dan Bitung, Sulawesi Utara.

"Setelah ini (Pengambengan), nanti kita akan lakukan hal yang sama di Cilacap, kemudian di Bitung. Jadi ada empat pelabuhan yang kita akan tingkatkan menjadi pelabuhan modern, international fish market yang bagus," kata Trenggono ketika groundbreaking PPN Pengambengan di Jembrana pada Selasa (29/9).

Trenggono mengatakan, pengembangan empat pelabuhan pertama tersebut akan digunakan sebagai proyek percontohan (modelling). Apabila berhasil, konsep serupa akan diperluas ke pelabuhan di daerah lainnya.

Selain itu, keempat titik pelabuhan tersebut diharapkan dapat tumbuh menjadi sentra perekonomian yang kuat di sektor kelautan Indonesia. Pelabuhan perikanan terintegrasi modern tersebut akan digunakan sebagai pusat bisnis hasil tangkapan ikan dan ekspor produk perikanan.

"Kita akan monitor, sama seperti yang biasa kami lakukan, baik itu pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, mini RAS, atau pembangunan integrated shrimp farm, dan sebagainya. Jadi kita lihat modellingnya. Apabila sudah berhasil dengan baik, maka kemudian kita kembangkan yang lain," jelasnya.

Trenggono mengungkap, pemilihan lokasi pelabuhan tersebut disesuaikan dengan potensi sumber daya perikanan dan jalur penangkapan ikan di masing-masing wilayah.

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, didampingi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, ketika meninjau lokasi groundbreaking PPN Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan

Misalnya, PPN Pengambengan dan PPS Cilacap terletak di Jalur 573 atau Jalur Laut Hindia. Pada jalur tersebut, terdapat potensi tuna sirip biru dan cumi-cumi yang besar.

Selain itu, pembangunan PPN Kejawanan di Cirebon dilakukan berdasarkan sejarah ekspor cumi-cumi yang besar. Trenggono mengatakan, pengembangan berikutnya menyasar Indonesia Timur, yakni di Bitung.

"Maka dua pelabuhan yang kita bikin, yang di Pengambengan dan Cilacap, dua-duanya sudah kita hitung itu cukup bagus (tangkapannya). Kemudian, kalau ekspor juga bagus," ungkapnya.

Trenggono mengungkap, terdapat pula pengembangan Technical Cooperation Guideline (TCG) di Maluku yang merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Cina. Hal tersebut dikarenakan terdapat potensi perikanan (fishing ground) yang besar di sana.

KKP juga sedang membangun Kampung Nelayan Merah Putih untuk para nelayan. Pada tahun ini, KKP membidik 1.269 titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Jumlah tersebut akan meningkat hingga terdapat total 5.000 desa nelayan yang dibangun pada tahun 2029.

"Ruang dari nelayan yang sesungguhnya, kita bangun kampung nelayan, sehingga nanti jumlah kapal penangkapan juga terkontrol dengan baik," tutupnya.