Atasi Polusi, KKN 110 Jivanartha Bangun Rocket Stove di RT04/09 Cipayung Tangsel
Tulisan dari Sandy Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan pelik di berbagai wilayah, tidak terkecuali di lingkungan warga Cipayung, Tangerang Selatan. Kebiasaan membakar sampah secara konvensional sering kali menimbulkan kepulan asap tebal yang memicu polusi udara dan mengganggu pernapasan warga sekitar.
Merespons permasalahan lingkungan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 110 Jivanartha dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menginisiasi program kerja inovatif berupa pembangunan Rocket Stove atau tungku pembakaran sampah tanpa asap.
Apa itu Rocket Stove dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Rocket Stove adalah desain tungku pembakaran yang dirancang khusus untuk mencapai suhu sangat tinggi sehingga proses pembakaran menjadi jauh lebih efisien. Pembuatan tungku ini memanfaatkan material bangunan yang disusun dengan rongga udara spesifik untuk mengoptimalkan titik api.
Rahasia di balik minimnya asap pada Rocket Stove terletak pada prinsip termodinamika sederhana. Berikut adalah proses cara kerjanya:
Tarikan Udara (Air Draft): Tungku didesain memiliki lubang udara di bagian bawah. Saat api dinyalakan di ruang bakar, panas akan bergerak naik ke cerobong. Pergerakan panas ini menciptakan efek vakum yang secara otomatis menyedot banyak oksigen segar dari lubang bawah.
Suhu Ekstra Panas: Karena dinding tungku terbuat dari material bata dan semen yang menahan panas (insulator), suhu di dalam ruang bakar meningkat drastis dengan sangat cepat.
Pembakaran Ganda (Secondary Combustion): Asap sebenarnya adalah partikel gas sisa yang belum terbakar sempurna. Pada pembakaran biasa, gas ini akan terbang ke udara sebagai polusi. Namun, pada Rocket Stove, suhu yang kelewat panas dan suplai oksigen yang melimpah membuat asap tersebut ikut terbakar habis sebelum sempat keluar dari cerobong. Inilah yang membuatnya menjadi "tanpa asap".
Beragam Manfaat untuk Lingkungan Warga
Kehadiran fasilitas Rocket Stove ini tidak hanya menjadi simbol inovasi mahasiswa, tetapi juga memberikan solusi praktis bagi masyarakat. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari program ini:
Minim Polusi Udara: Emisi asap yang dihasilkan sangat sedikit sehingga tidak mengganggu pernapasan warga atau mencemari udara di kawasan permukiman.
Pembakaran Lebih Cepat dan Tuntas: Suhu panas yang terpusat membuat tumpukan sampah—terutama sampah kering dan dedaunan—terbakar habis menjadi abu dalam waktu yang lebih singkat.
Lebih Aman dan Terkendali: Karena api terkurung di dalam tungku bata, risiko kebakaran akibat hembusan angin atau sisa bara api yang menjalar menjadi jauh lebih rendah.
Pengelolaan Sampah Mandiri: Warga kini memiliki fasilitas komunal untuk mengelola sampah sisa yang tidak dapat didaur ulang secara mandiri, aman, dan ramah lingkungan.
Melalui program kerja ini, KKN 110 Jivanartha berharap agar masyarakat Cipayung dapat mulai beralih dari kebiasaan membakar sampah terbuka ke metode yang lebih aman. Lebih jauh lagi, desain Rocket Stove ini diharapkan dapat direplikasi oleh warga di titik-titik lain karena biaya pembuatannya yang relatif terjangkau dan kinerjanya yang sangat efisien.

