Konten dari Pengguna

Mahasiswa UM BBM Dampingi UMKM Tas Anyaman Plastik melalui Digitalisasi

Saputra andre

Saputra andre

Saya adalah mahasiswa yang Sering menulis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Saputra andre tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa UM BBM Universitas Negeri Malang belajar proses pembuatan tas anyaman plastik bersama pengrajin lokal di Desa Baleasri sebagai bentuk pendampingan dan pemberdayaan UMKM desa.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa UM BBM Universitas Negeri Malang belajar proses pembuatan tas anyaman plastik bersama pengrajin lokal di Desa Baleasri sebagai bentuk pendampingan dan pemberdayaan UMKM desa.

Magetan – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) melaksanakan kegiatan pendampingan kepada pengrajin tas anyaman plastik di Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Pendampingan dilakukan bersama salah satu pengrajin tas anyaman plastik di desa tersebut sebagai upaya mengenal sekaligus mendukung pengembangan usaha kerajinan lokal.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung proses pembuatan tas anyaman plastik, mulai dari pemilihan bahan, teknik menganyam, hingga proses finishing produk. Pengrajin membagikan pengalaman dan keterampilan yang telah ditekuni selama bertahun-tahun dalam menghasilkan berbagai produk tas anyaman yang memiliki nilai estetika dan daya guna tinggi.

Selain belajar proses produksi, mahasiswa UM BBM juga memberikan pendampingan di bidang pemasaran digital. Mahasiswa membantu membuatkan WhatsApp Business untuk usaha kerajinan tas anyaman plastik agar komunikasi dengan pelanggan menjadi lebih profesional dan mudah diakses. Fitur-fitur seperti profil usaha, katalog produk, jam operasional, serta pesan otomatis disusun agar dapat mendukung pelayanan kepada konsumen.

Mahasiswa juga membantu menyusun katalog produk yang berisi foto-foto tas anyaman, deskripsi produk, variasi model, dan informasi kontak pemesanan. Katalog tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai media promosi yang lebih menarik dan memudahkan calon pembeli dalam melihat pilihan produk yang tersedia.

Tidak hanya itu, mahasiswa turut melakukan optimalisasi Google Maps (Google Business Profile) milik usaha pengrajin. Informasi lokasi usaha diperbarui agar lebih lengkap dan akurat, dilengkapi dengan deskripsi usaha, foto produk dan tempat produksi, jam operasional, serta detail kontak sehingga tampilan usaha di Google Maps menjadi lebih menarik, informatif, dan mudah ditemukan oleh masyarakat maupun calon pelanggan dari luar daerah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi mahasiswa, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku UMKM lokal yang terus berupaya mempertahankan kerajinan tradisional di tengah perkembangan zaman. Melalui interaksi langsung dengan pengrajin, mahasiswa dapat memahami tantangan serta peluang yang dihadapi dalam mengembangkan usaha kerajinan berbasis masyarakat.

Pendampingan pemasaran digital ini sejalan dengan semangat UM BBM yang mendorong mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat serta berkontribusi dalam pemberdayaan potensi desa. Dengan memanfaatkan teknologi digital, diharapkan produk tas anyaman plastik Desa Baleasri dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing UMKM lokal.

Pengrajin menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap keterampilan menganyam dapat terus dikenal oleh generasi muda. Menurut pengrajin, bantuan mahasiswa dalam pembuatan WhatsApp Business, katalog produk, dan pengelolaan Google Maps sangat membantu proses promosi usaha serta memperluas jangkauan pelanggan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UM BBM memperoleh pengalaman berharga tentang pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pengembangan UMKM lokal. Diharapkan, sinergi yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak serta membantu memperkenalkan kerajinan tas anyaman plastik Desa Baleasri kepada masyarakat yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital dan strategi pemasaran yang lebih modern.