Bacillus subtilis: Probiotik Pendukung Kesehatan Pencernaan dan Imun

Mahasiswa Biologi Universitas Al Azhar Indonesia Hobi Kulineran
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Sarah Putri Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacillus subtilis termasuk ke dalam kelompok bakteri gram positif. Bacillus subtilis merupakan bakteri aerob yang mampu membentuk endospora dan bersifat saprofit. Mikroorganisme gram positif ini biasanya ditemukan di lingkungan seperti tanah, air, dan udara (Zaini, et al., 2024). Bacillus subtilis merupakan bakteri yang dapat dijumpai di berbagai lingkungan perairan, daratan mulai dari sungai, danau, tanah subur, hingga wilayah gurun. Kemampuan Bacillus subtilis untuk bertahan hidup pada kondisi lingkungan ekstrem didukung oleh pembentukan endospora. Kemampuan tersebut menyebabkan Bacillus subtilis memiliki pola distribusi yang luas dan dapat ditemukan di berbagai belahan dunia (Aji, 2021).
Bagaimana Bacillus subtilis Mendukung Kesehatan Pencernaan?
Bacillus subtilis menghasilkan senyawa antibiotik alami pada strain G2B yang mampu menekan pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan mekanisme kompetisi nutrisi pada media kultur glukosa-pepton yang baik. Bacillus subtilis memiliki peran dalam sintesis enzim protease dan amilase yang mendukung proses pemecahan protein dan karbohidrat. Strain klinis DE111 dinilai efektif dalam menurunkan diare pada anak dalam waktu 24 jam dengan dosis 2×10⁹ CFU per hari. Spora bakteri tersebut memiliki ketahanan pada kondisi asam, sehingga dapat berkontribusi dalam pemulihan keseimbangan mikrobiota usus setelah proses terapi antibiotik dalam waktu tujuh hari. Kombinasi sifat-sifat tersebut menunjukkan potensi B. subtilis sebagai agen pendukung terapi sindrom iritasi usus dan infeksi saluran pencernaan (Putri, et al., 2023).
Penguatan Sistem Imun oleh Bacillus subtilis
Bacillus subtilis khususnya CU1 mampu menstimulasi respon imun pada kelompok lansia yang sehat dengan menunjukkan peningkatan kadar sekretori IgA (SIgA) pada feses sebesar 65% serta pada saliva hingga 87%. Spora pada bakteri tersebut berperan dalam meningkatkan interferon-γ (IFN-γ) serum yang berkontribusi pada aktivasi makrofag dalam pertahanan terhadap infeksi virus maupun bakteri. Uji klinis selama musim dingin menunjukkan adanya penurunan jumlah hari sakit akibat penyakit saluran pernapasan dan gastrointestinal. Pemberian suplemen dengan dosis 2×10⁹ spora per hari dinyatakan aman dan tidak menimbulkan efek samping. Temuan tersebut menjelaskan bahwa Bacillus subtilis CU1 dapat memberikan manfaat imun mukosa dan sistemik pada lansia (Lefevre, et al., 2015).
Keunggulan dan Keamanan Bacillus subtilis
Keunggulan utama Bacillus subtilis yaitu daya tahan terhadap kondisi panas dan lingkungan yang asam, sehingga mudah disimpan tanpa memerlukan pendinginan. Mikroorganisme tersebut mendapatkan status GRAS (Generally Recognized as Safe) dari FDA. Bacillus subtilis diketahui tidak menimbulkan efek toksik pada pemberian hingga dosis 109 CFU per hari. Strain seperti DE111 menunjukkan aktivitas antipatogen yang lebih unggul dibandingkan dengan Lactobacillus dalam pengujian in vitro. Penggunaan Bacillus subtilis dalam jangka waktu yang panjang dinyatakan aman untuk seluruh usia (Mazhar, et al., 2023).
Daftar Pustaka
Zaini, N., Mayasari, U. & Nasution, R. A., 2024. Uji Aktivitas Minyak Atsiri Daun Ekor Kucing (Acalypha hispida) Sebagai Disinfektan Alami terhadap Bakteri Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumoniae Secara In-Vitro. Bioma: Jurnal Biologi Makassar, 9(1), 87-96. https://doi.org/10.20956/bioma.v9i1.31575
Aji, R. P. 2021. Aktivitas Antagonis Bacillus subtilis Terhadap Bakteri Vibrio parahaemolyticus Secara In Vitro. (Skripsi). Malang: Universitas Brawijaya.
Putri, S. G., Periadnadi, & Yusra. 2023. Optimization Of Antibiotics Production In Bacillus Subtilis Soil Strain G2B Against Staphylococcus Aureus And Escherichia Coli. International Journal of Progressive Sciences and Technologies (IJPSAT), 37(1), 680-684. http://dx.doi.org/10.52155/ijpsat.v37.1.5097
Levefre, M., Racedo, S. M., Ripert, G., Housez, B., Cazaubiel, M., Maudet, C., Jüsten, P., Marteau, P., & Urdaci, M. C. 2015. Probiotic strain Bacillus subtilis CU1 stimulates immune system of elderly during common infectious disease period: a randomized, double-blind placebo-controlled study. Immunity & Ageing, 12(24), 1-11. https://doi.org/10.1186/s12979-015-0051-y
Mazhar, S., Khokhlova, E., Colom, J., Simon, A., Deaton, J., & Rea, K. 2023. In vitro and in silico assessment of probiotic and functional properties of Bacillus subtilis DE111®. Fronties in Microbiology, 13, 01-25. https://doi.org/10.3389/fmicb.2022.1101144
