Konten dari Pengguna

Kejujuran Kalah dengan yang Pintar

Sarah Kumala Dewi
Mahasiswa D4 Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan di Politeknik Negeri Banyuwangi
17 April 2024 15:32 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sarah Kumala Dewi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Kejujuran Kalah dengan yang Pintar
zoom-in-whitePerbesar
Ini tidak melulu soal sifat jujur dan pintar melainkan ini juga ada sangkut pautnya dengan pendidikan Indonesia. Sifat jujur sekarang ini sangat sulit kita temukan dalam diri masyarakat Indonesia terutama para pelajar, yang seharusnya adalah orang-orang yang terpelajar, yang mengerti akan pentingnya sifat kejujuran, Namun hal tersebut nyatanya sudah tidak lagi di hiraukan. Banyak sekali contoh pelajar-pelajar Indonesia yang mengabaikan sifat jujur ini, lihat saja ketika ujian berlangsung banyak dari mereka menghadapi ujian dengan santai-santai dan pada akhirnya pun mereka membuat contekan sebagai jalan ninjanya.
ADVERTISEMENT
Mungkin dari mereka akan mendapatkan nilai yang bagus, namun semua itu tidak ada apa-apanya. Walau kelihatan sepele, dengan hal tersebut ada satu pihak yang di rugikan. Yaitu para pelajar yang memang rajin dan serius untuk belajar, seketika semangat mereka hilang begitu saja dikarenakan banyak dari teman mereka yang mencontek. Mereka merasa kerja keras belajar yang di lakukan tidak di hargai. Alhasil dari mereka yang imannya tidak kuat akan ikut-ikutan untuk mencotek. Itulah sebabnya mengapa kejujuran kalah dengan yang pintar (mencontek). Sehingga kalau sudah begini mau bagaimana, ketika pelajar saja sudah membudayakan sifat curang dan tidak jujur, padahal pelajar juga salah satu faktor penentu masa depan Indonesia, alhasil bagaimana nasib masa depan Indonesia? Apakah Indonesia akan di kuasai oleh para pemimpin yang tidak jujur?
ADVERTISEMENT