Kumparan Logo

4 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dukung Perkembangan Otak Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi otak anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi otak anak. Foto: Shutterstock

Perkembangan otak anak berlangsung pesat sejak usia dini. Karena itu, orang tua perlu memberikan stimulasi yang sesuai melalui berbagai aktivitas sederhana dalam keseharian.

Ya, Moms, cara meningkatkan kecerdasan anak bukan hanya dengan mengajaknya belajar membaca, berhitung, atau menghafal. Aktivitas fisik, interaksi dengan orang tua, tidur yang cukup, hingga penggunaan gadget yang bijak juga berperan dalam mendukung perkembangan anak.

Dikutip dari American Academy of Pediatrics (AAP) 90% otak anak tumbuh di usia 5 tahun awal. Untuk itu, sangat penting untuk mendukung tumbuh kembangnya pada usia ini, Moms. Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa dilakukan orang tua di rumah?

4 Kebiasaan yang Mendukung Tumbuh Kembang Otak Anak

Ilustrasi anak main gunting. Foto: FAMILY STOCK/Shutterstock

1. Ajak Anak Banyak Bergerak

Bermain dan melakukan aktivitas fisik menjadi salah satu cara sederhana untuk mendukung perkembangan anak. Anda bisa mengajak anak berlari, melompat, bermain bola, menari, atau sekadar bermain aktif bersama.

Menurut panduan WHO:

1. Anak usia 1–2 tahun membutuhkan sekitar 180 menit aktivitas fisik sepanjang hari

2. Anak usia 3–4 tahun juga dianjurkan aktif secara fisik selama 180 menit per hari, termasuk setidaknya 60 menit aktivitas dengan intensitas sedang hingga berat

3. Anak usia 5 tahun ke atas, rekomendasinya minimal 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari

Aktivitas fisik dan bermain dapat mendukung berbagai aspek perkembangan anak, termasuk kemampuan berpikir, bahasa, sosial-emosional, koordinasi tubuh, dan kepercayaan diri.

2. Luangkan Waktu untuk Ngobrol dan Bermain

Hubungan yang aman dan responsif dengan orang tua juga menjadi bagian penting dalam perkembangan otak anak.

Orang tua bisa membangun kedekatan dengan cara sederhana, seperti mengobrol, mendengarkan cerita anak, bermain bersama, serta membantu anak mengenali dan mengelola emosinya. Ketika anak takut, sedih, atau menghadapi masalah, orang tua juga bisa hadir untuk mendengarkan dan menenangkannya.

Rutinitas sederhana seperti berpelukan, mencium pipi, mengatakan I love you, serta memberikan respons yang konsisten dapat membantu anak merasa aman dan mengetahui apa yang bisa ia harapkan dari orang tuanya.

3. Pastikan Anak Tidur Cukup

Tidur bukan hanya waktu untuk mengistirahatkan tubuh. Saat tidur, otak menjalankan berbagai proses penting yang berkaitan dengan belajar, daya ingat, perhatian, suasana hati, dan perkembangan otak. Kebutuhan tidur anak pun berbeda berdasarkan usianya.

Durasi tidur anak:

Anak usia 1–2 tahun membutuhkan sekitar 11–14 jam tidur per hari, termasuk tidur siang

Anak usia 3–5 tahun membutuhkan 10–13 jam

Anak usia 6–8 tahun membutuhkan sekitar 9–12 jam per hari

Jadi, memastikan anak mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas juga menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan dan kemampuan belajarnya.

4. Atur Screen Time Anak

Penggunaan gadget juga perlu diperhatikan dalam keseharian anak. Bukan berarti anak sama sekali tidak boleh mengakses gadget, tetapi waktunya perlu diatur agar tidak mengambil porsi aktivitas yang lebih penting untuk perkembangannya.

Pastikan screen time tidak menggantikan waktu anak untuk bermain, bergerak, tidur, dan berinteraksi secara langsung dengan orang lain.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar anak di bawah 2 tahun menghindari penggunaan media layar, kecuali untuk video call. Sementara anak usia 2–5 tahun sebaiknya menggunakan media layar tidak lebih dari satu jam per hari.

Pada akhirnya, cara meningkatkan kecerdasan anak tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan belajar formal. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah justru dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan otak, kemampuan belajar, serta tumbuh kembang anak secara keseluruhan.