Kumparan Logo

7 Mitos soal Persalinan yang Masih Banyak Dipercaya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi melahirkan. Foto: aslysun/Shuttterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melahirkan. Foto: aslysun/Shuttterstock

Menjelang persalinan, ibu hamil mungkin sering mendengar berbagai informasi tentang melahirkan pervaginam. Mulai dari anggapan panggul sempit tidak bisa melahirkan pervaginam, ibu dengan mata minus harus operasi caesar, hingga larangan tidur pagi setelah melahirkan.

Padahal, tidak semua informasi tersebut benar secara medis. Beberapa di antaranya hanya mitos persalinan yang sudah lama dipercaya. Lantas, apa saja mitos yang masih sering terdengar dan bagaimana faktanya?

7 Mitos Tentang kehamilan Beserta Faktanya

Ilustrasi melahirkan. Foto: DC Studio/Shutterstock

1. Panggul Sempit Tidak Bisa Melahirkan Normal

Banyak yang bilang, ibu dengan panggul sempit tidak bisa melahirkan pervaginam. Faktanya, ibu dengan panggul yang dianggap sempit tetap memiliki peluang untuk melahirkan secara pervaginam.

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, Sp.OG, metode persalinan tidak hanya ditentukan oleh ukuran panggul ibu.

“Meski sempit tapi tetap bisa namun dengan catatan kondisi ibu, berat badan ibu, serta ukuran bayi di dalam kandungan juga menjadi pertimbangan,” jelas dr. Andrew pada kumparanMOM, beberapa waktu lalu.

2. Mengangkat Pantat saat Melahirkan Bikin Perineum Robek

Mitosnya ibu tidak boleh mengangkat pantat saat melahirkan karena bisa membuat perineum robek. Faktanya dikutip dari NCBI StatPearls posisi saat persalinan dapat disesuaikan dengan kenyamanan ibu dan kondisi bayi. Robekan perineum dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Ukuran dan posisi bayi

  • Elastisitas jaringan

  • Kondisi selama proses persalinan

Jadi, posisi ibu saat melahirkan bukan jadi faktor penentu terjadinya robekan perineum, Moms.

3. Pijat Perineum Bisa Mencegah Robekan saat Melahirkan

Pijat perineum saat hamil memang punya banyak manfaat, tapi tidak serta merta langsung mencegah robekan perineum. Faktanya, menurut bidan, Bd. Linda Frihastuti, Amd.Keb, pijat perineum bermanfaat untuk bikin otot dasar panggung lebih rileks.

“Namun, pijat perineum dapat membantu membuat otot dasar panggul lebih rileks dan membantu jaringan perineum terbiasa meregang menjelang persalinan,” kata bindan Linda pada kumparanMOM beberapa waktu lalu.

4. Setelah Melahirkan Tidak Boleh Tidur Pagi

Mitosnya ibu yang baru melahirkan tidak boleh tidur pagi karena darah putih bisa naik ke mata dan menyebabkan kebutaan. Padahal faktanya, dikutip dari jurnal PubMed, tidak ada kaitan antara tidur pagi dengan darah putih yang naik ke mata hingga menyebabkan kebutaan.

Justru, setelah melahirkan, iby membutuhkan tidur dan istirahat yang cukup untuk membantu pemulihan tubuh serta menjaga kesehatan mental. Jadi, tidak perlu takut beristirahat ketika tubuh memang membutuhkannya.

5. Perut Masih Buncit Setelah Melahirkan karena Malas Olahraga

5 Penyebab Munculnya Perut Buncit, Bisa Berbahaya untuk Kesehatan. Foto: dok. iStock

Banyak yang bilang, perut yang masih terlihat besar setelah melahirkan, artinya ibu malas berolahraga. Padahal, menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Yohan Samudra, Sp.GK, wajar jika perut tidak langsung kempes.

“Perut yang belum kembali seperti sebelum hamil merupakan hal yang wajar setelah persalinan. Rahim membutuhkan waktu sekitar 6–8 minggu untuk kembali ke ukuran normal,” kata dr. Yohan beberapa waktu lalu.

Selain itu, tubuh ibu juga masih mengalami berbagai perubahan setelah melahirkan, termasuk cairan tubuh yang belum sepenuhnya berkurang. Menurut dr. Yohan, perubahan tubuh setelah melahirkan merupakan bagian dari proses pemulihan yang membutuhkan waktu.

6. Ibu dengan Mata Minus Tidak Bisa Melahirkan Normal

Ibu dengan mata minus tidak bisa melahirkan secara pervaginam? Jangan langsung percaya, Moms. Sebab, mata minus tidak otomatis membuat ibu harus menjalani operasi caesar.

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, Sp.OG, itu hanyalah mitos belaka.

“Selama tidak terdapat kerusakan atau cedera pada retina, ibu hamil masih dapat mengejan saat menjalani persalinan pervaginam,” jelas dr. Andrew.

Karena itu, kondisi mata tetap perlu diperiksa dan dikonsultasikan dengan dokter untuk menentukan metode persalinan yang aman.

7. Berteriak saat Mengejan Bikin Bayi Cepat Lahir

Mitosnya semakin keras ibu berteriak saat mengejan, bayi akan semakin cepat keluar. Padahal, dikutip dari babycenter, mengejan dengan terburu-buru sambil berteriak justru dapat membuat tenaga ibu lebih cepat terkuras. Dorongan saat mengejan juga bikin persalinan kurang efektif.

Saat memasuki tahap mengejan, ibu sebaiknya mengatur napas dan mengikuti arahan dokter atau bidan agar proses persalinan dapat berlangsung lebih efektif.

Jadi, jangan langsung percaya semua informasi yang didengar tentang persalinan dan melahirkan normal. Jika masih ragu dengan informasi tertentu, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan agar mendapatkan penjelasan yang sesuai dengan kondisi kehamilan.