Kumparan Logo

Buka Les Komputer Rp 10 Ribu, Bantu Gen Alpha Melek Teknologi

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak kecil main komputer. Foto: Zyabich family/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak kecil main komputer. Foto: Zyabich family/Shutterstock

Generasi alpha lahir dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ya Moms, mereka sudah terbiasa menggunakan smartphone dan berbagai aplikasi sejak usia dini. Namun, terbiasa memakai gadget belum tentu membuat mereka memahami teknologi secara lebih luas.

Hal inilah yang mendorong Febriansah (22) membuka les komputer untuk anak-anak di sekitar rumahnya di Tanah Sereal. Dengan tarif mulai Rp 10 ribu per jam, ia ingin membantu anak-anak mengenal ilmu komputer, sekaligus mengembangkan keterampilan digital sejak dini.

Buka Les Komputer Rp 10 Ribu per Jam

Para siswa mengoperasikan laptop di Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor, Senin (14/7/2025). Foto: kumparan

Melalui Ensabbahouse, Febri memberikan les komputer untuk anak-anak mulai dari kelas 2 SD. Anak-anak yang mengikuti les juga difasilitasi laptop atau komputer sehingga bisa langsung mempraktikkan materi yang dipelajari.

Ia mengajarkan berbagai keterampilan seperti mengetik 10 jari, Microsoft Office, Excel, hingga PowerPoint.

Les yang awalnya hanya diikuti 10 anak dengan tiga perangkat tersebut kemudian berkembang. Dalam waktu enam bulan, jumlah peserta Ensabbahouse mencapai 39 anak.

Anak Bisa Eksplor Coding dan Editing

Tak hanya belajar komputer dasar, anak-anak juga bisa mengeksplorasi keterampilan sesuai minat mereka. Beberapa di antaranya adalah coding dan editing.

“Mereka juga bisa belajar sesuai minat, seperti coding dan editing atau disesuaikan dengan minat anak-anaknya. Tapi tetap sesuai dengan umur dan pengawasan dari saya,” ujar Febriansah, Selasa (18/8).

Menurut Febri, pembelajaran disesuaikan dengan usia dan minat anak. Dengan begitu, anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga dapat mulai memanfaatkannya untuk belajar dan berkarya.

Febri juga membuat sistem pembayaran yang fleksibel agar les komputer tetap terjangkau. Orang tua dapat membayar per kelas maupun per bulan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Pembayarannya disesuaikan aja biar nggak memberatkan orang tua,” ujarnya.

Ke depannya, Febriansah memiliki mimpi yang lebih besar untuk anak-anak didiknya. Ia ingin membawa mereka mengikuti berbagai kompetisi di bidang teknologi.

“Pastinya ada tujuan ke arah sana, tapi untuk sekarang lagi fokus unggulin SDM-nya dulu, baru lanjut ikut lomba-lomba di luar sana,” tutupnya.