Ini yang Akan Dirasakan Anak Jika Mengalami KDRT di Rumah

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tidak hanya berdampak pada pasangan yang menjadi korban. Anak yang melihat, mendengar, atau mengalami kekerasan di rumah juga dapat merasakan dampaknya. Situasi tersebut dapat membuat anak kehilangan rasa aman dan memengaruhi perkembangan emosional maupun perilakunya.
Dampak KDRT pada anak dapat muncul dalam waktu dekat, seperti kecemasan, gangguan tidur, dan perubahan perilaku. Namun, jika tidak mendapatkan dukungan yang tepat, pengalaman tersebut juga dapat terbawa hingga dewasa dan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental.
Dampak KDRT pada Anak dalam Jangka Pendek
Dampak KDRT dapat terlihat melalui perubahan emosi dan perilaku anak. Anak mungkin mengalami kecemasan yang ditunjukkan dengan lebih sering menangis, merengek, mengisap jempol, kembali mengompol, atau menjadi lebih takut ditinggal orang tua.
Anak juga dapat mengalami gangguan tidur dan mimpi buruk. Sebagian anak menjadi lebih mudah marah atau agresif, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami penurunan prestasi di sekolah. Stres akibat lingkungan rumah yang tidak aman juga dapat muncul dalam bentuk keluhan fisik, seperti sakit kepala dan sakit perut.
Dampak KDRT pada Anak dalam Jangka Panjang
Jika tidak mendapatkan dukungan yang tepat, pengalaman kekerasan dapat terbawa hingga anak dewasa. Salah satu dampak KDRT pada anak yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya risiko masalah kesehatan mental, seperti depresi dan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).
Anak dengan PTSD dapat mengalami mimpi buruk, perubahan pola tidur, mudah marah, sulit berkonsentrasi, atau menghindari hal-hal yang mengingatkan mereka pada pengalaman traumatis.
Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh kekerasan juga dapat mempelajari pola hubungan yang tidak sehat. Namun, bukan berarti anak pasti akan menjadi pelaku atau korban kekerasan ketika dewasa. Dengan lingkungan yang aman dan dukungan yang tepat, anak tetap dapat belajar membangun hubungan yang sehat.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Perubahan perilaku anak setelah mengalami atau menyaksikan KDRT sebaiknya tidak diabaikan. Berikan anak rasa aman, dengarkan ceritanya tanpa menghakimi, dan cari bantuan psikolog atau tenaga profesional jika diperlukan.
Setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan
