Kumparan Logo

Janin Bisa Memberi Sinyal di Tubuh Ibu saat Ada Masalah di Dalam Kandungan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi detak jantung janin. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi detak jantung janin. Foto: Shutter Stock

Moms, selama kehamilan bukan hanya tubuh ibu yang perlu dipantau. Janin juga dapat menunjukkan tanda-tanda tertentu ketika pertumbuhan atau kondisinya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting agar setiap masalah bisa dideteksi sejak dini.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Achmad Medina, Sp.OG, mengatakan, bayi di dalam kandungan sebenarnya mampu memberi tahu ketika ada sesuatu yang tidak beres melalui berbagai tanda yang dapat dilihat saat pemeriksaan kehamilan.

"Bayi itu pintar. Bayi tidak akan menyakiti ibunya, dan akan memberi tahu bila ada masalah," ujar dr. Achmad Mediana pada kumparanMOM, Minggu (12/7).

Tanda Bahaya pada Janin di Trimester Pertama

Ilustrasi Janin. Foto: Shutter Stock

Menurut dr. Achmad, trimester pertama merupakan fase awal pembentukan organ-organ penting janin. Pada masa ini, dokter biasanya melakukan skrining awal untuk memastikan kehamilan berkembang dengan baik.

Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Adanya indikasi kelainan bawaan. Itulah kenapa, pemeriksaan USG dan skrining pada trimester pertama dapat membantu mendeteksi risiko kelainan kongenital tertentu sejak dini.

  • Perdarahan pada awal kehamilan dapat menjadi tanda adanya gangguan pada kehamilan sehingga perlu segera dievaluasi oleh dokter.

  • Denyut jantung janin yang lambat (bradikardi). Detak jantung janin yang lebih lambat dari normal dapat menjadi tanda bahwa kondisi janin perlu dipantau lebih lanjut.

Tanda Bahaya pada Janin di Trimester Kedua

Ilustrasi janin. Foto: Shutter Stock

Memasuki trimester kedua, pertumbuhan janin berlangsung lebih cepat. Namun, beberapa kondisi tetap perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko persalinan prematur atau mengganggu perkembangan janin.

Di antaranya:

  • Serviks terbuka atau inkompetensi serviks. Kondisi ini terjadi ketika leher rahim membuka terlalu dini sehingga meningkatkan risiko keguguran atau persalinan prematur.

  • Air ketuban sedikit (oligohidramnion). Volume air ketuban yang kurang dapat mengganggu tumbuh kembang janin dan memerlukan pemantauan lebih lanjut.

  • Perdarahan pada trimester kedua bukan kondisi yang normal dan harus segera diperiksakan.

Tanda Bahaya pada Janin di Trimester Ketiga

Pada trimester terakhir, fokus pemeriksaan adalah memastikan janin siap lahir dan tetap dalam kondisi baik hingga persalinan.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Posisi janin melintang. Letak janin yang tidak sesuai dapat memengaruhi proses persalinan dan membutuhkan penanganan khusus.

  • Air ketuban sedikit. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pada janin, terutama menjelang persalinan.

  • Perdarahan pada usia kehamilan lanjut dapat menjadi tanda kondisi serius, seperti gangguan pada plasenta.

  • Denyut jantung janin terlalu lambat atau terlalu cepat dapat mengindikasikan janin sedang mengalami gangguan sehingga perlu segera dievaluasi.

Setiap perubahan selama kehamilan sebaiknya tidak diabaikan. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi yang tidak normal atau ibu mengalami keluhan seperti perdarahan maupun berkurangnya gerakan janin, segera konsultasikan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin, Moms.