Kumparan Logo

Kapan Harus ke UGD dan Kapan Cukup ke Poli saat Anak Sakit?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kesibukan di IGD. Foto: PeopleImages/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesibukan di IGD. Foto: PeopleImages/Shutterstock

Sebagai orang tua, wajar jika kita khawatir saat melihat anak sakit. Apalagi kalau muncul gejala seperti demam, muntah, diare, hingga sesak napas. Dalam kondisi seperti ini, orang tua mungkin bingung, apakah anak harus langsung dibawa ke UGD atau cukup diperiksakan ke poli?

Ya Moms, menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Abdussalam, SpA keputusan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dan gejala yang dialami anak. Beberapa kondisi membutuhkan penanganan segera di UGD, sementara lainnya masih bisa diperiksakan ke poli.

Dokter Kasih Info, Penyakit Anak yang Perlu ke UGD dan Cukup ke Poli

Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock

1. Sesak napas

Jika anak mengalami sesak napas, sebaiknya segera dibawa ke UGD untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

2. Demam – tergantung kondisi anak

Anak yang mengalami demam tidak selalu harus dibawa ke UGD.

"Jika hanya demam tanpa tanda kegawatan, anak bisa diperiksakan ke poli. Namun, jika demam disertai penurunan kesadaran, kejang, atau sesak napas, anak perlu segera dibawa ke UGD," kata dr. Reza pada kumparanMOM, Kamis (16/9).

3. Kejang

Saat anak mengalami kejang, orang tua dapat memiringkan tubuh anak dan memastikan area di sekitarnya aman. Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut anak.

“Kejang biasanya akan berhenti sendiri. Setelah berhenti, baru bawa anak ke UGD untuk dilakukan evaluasi,” jelas dr. Reza.

4. Alergi kambuh

Jika alergi anak kambuh tetapi tidak disertai pembengkakan pada mata atau bibir dan tidak ada sesak napas, anak masih bisa diperiksakan ke poli.

"Namun, jika sudah muncul pembengkakan, terutama pada mata atau bibir, dan disertai sesak napas, segera bawa anak ke UGD," katanya.

5. Diare

Anak yang mengalami diare tanpa tanda dehidrasi dapat diperiksakan ke poli. Sebaliknya, jika sudah muncul tanda-tanda dehidrasi, anak perlu segera dibawa ke UGD.

6. Habis terbentur keras

Jika anak mengalami benturan keras dan orang tua merasa ragu dengan kondisinya, sebaiknya langsung dibawa ke UGD untuk dievaluasi.

"Orang tua juga perlu mengawasi munculnya tanda seperti kejang, penurunan kesadaran dan pendarahan pada anak setelah mengalami benturan," pesan dr. Reza.

7. Ruam merah

Munculnya ruam merah pada tubuh anak tidak selalu membutuhkan penanganan di UGD.

"Jika tidak disertai pembengkakan pada mata atau kelopak mata maupun tanda kegawatan lainnya, anak dapat diperiksakan ke poli," jelas dr. Reza.

8. Lemas dan tidak nafsu makan

Anak yang terlihat lemas dan tidak nafsu makan perlu diperhatikan kondisi cairannya. Jika kondisi tersebut disertai tanda-tanda dehidrasi, anak perlu segera dibawa ke IGD namun jika tidak ada tanda dehidrasi boleh langsung ke poli, Moms.

9. Bintik merah

Jika anak mengalami bintik merah tetapi tidak disertai tanda kegawatan, orang tua dapat membawa anak ke poli untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

10. Muntah-muntah

Anak yang muntah tetapi tidak mengalami dehidrasi dapat diperiksakan ke poli. Namun, jika muntah disertai tanda-tanda dehidrasi, anak perlu segera dibawa ke UGD.