Kumparan Logo

Kemenkes: Jelang Akhir Tahun Kasus Influenza Naik, Ini Penyebabnya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock

Menjelang akhir tahun, kasus influenza memang cenderung mengalami kenaikan. Tahun ini, ada beberapa kondisi yang turut menjadi perhatian dan bisa meningkatkan risiko influenza, seperti musim kemarau, erupsi gunung berapi, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 12 September 2026, proporsi influenza pada minggu ke-35 tercatat mengalami kenaikan secara nasional. Pada minggu ke-35, proporsi kasus influenza meningkat menjadi 38%, dari 22% pada minggu sebelumnya. Sebanyak 33% kasus terdeteksi pada kelompok usia 0–4 tahun.

Kondisi lingkungan, terutama paparan asap dan kualitas udara yang buruk, dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan. Hal ini perlu menjadi perhatian, mengingat karhutla, erupsi gunung, dan musim kemarau terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tahun ini.

Faktor Meningkatnya Influenza Jelang Akhir Tahun Ini

Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, S.T., M.K.M., mengatakan kenaikan kasus influenza menjelang akhir tahun sebenarnya merupakan kondisi yang biasa terjadi.

"Tiga faktor penyebab di tahun ini adalah karhutla, erupsi gunung, dan musim kemarau," ujar Aji pada kumparanMOM, Senin (14/9).

Meski proporsinya meningkat, orang tua tidak perlu langsung panik. Aji menegaskan, kondisi influenza secara nasional saat ini masih terkendali.

"Namun saat ini, secara nasional kasus influenza masih dalam kategori rendah dan belum menunjukkan lonjakan signifikan," katanya.

Meski begitu, orang tua tetap perlu menjaga kesehatan anak, terutama ketika si kecil berada di lingkungan dengan kualitas udara yang kurang baik. Pastikan anak mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan, dan menggunakan masker bila diperlukan untuk mencegah penularan virus.

Jika anak mengalami keluhan saluran pernapasan yang menetap atau semakin berat, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter ya, Moms.