Kenali Tanda Mastitis pada Ibu Menyusui

Perjalanan menyusui setiap ibu bisa berbeda-beda. Beberapa mungkin mengalami tantangan saat menyusui, salah satunya mastitis.
Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang menyebabkan rasa nyeri.
Keluhan ini bisa membuat ibu khawatir, terutama jika disertai demam dan tubuh terasa tidak enak. Namun, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini agar mastitis tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Kenali Tanda-Tanda Mastitis Saat Menyusui
Dokter dan Konselor Laktasi RS Pondok Indah Puri Indah, dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC, menjelaskan bahwa mastitis dapat ditandai dengan beberapa gejala pada payudara maupun tubuh.
“Kalau payudara terasa merah, bengkak, panas, dan nyeri, lalu badan ikut demam, menggigil, atau lemas, bisa jadi itu tanda mastitis, Moms," jelas dr. Anastasia pada saat acara media gathering, Kamis (30/7).
Keluhan ini memang sering membuat ibu merasa cemas. Namun, menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditangani karena jika dibiarkan, mastitis dapat berkembang menjadi abses payudara.
Apakah Tetap Boleh Menyusui Saat Mastitis?
Saat mengalami mastitis, sebagian ibu mungkin khawatir ASI tidak lagi aman untuk bayinya. Padahal, ibu tetap dapat melanjutkan proses menyusui.
"Meski terasa sakit, ibu tetap boleh menyusui karena ASI tetap aman untuk si kecil," ujar dr. Anastasia.
Untuk membantu meredakan keluhan, ibu dapat melakukan beberapa langkah sederhana, seperti:
Kompres dingin setelah menyusui.
Banyak minum air putih.
Istirahat yang cukup.
Minum obat sesuai anjuran dokter bila diperlukan.
Cara Mencegah Mastitis Datang Lagi
Agar mastitis tidak mudah berulang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan selama masa menyusui.
Menurut dr. Anastasia, ibu dapat menyusui bayi sesuai kebutuhannya, menghindari bendungan ASI, serta menggunakan bra yang nyaman dan tidak terlalu ketat.
Selain itu, ibu juga perlu merawat puting jika mulai terasa kering atau lecet, menghindari overpumping, dan memastikan perlekatan saat menyusui sudah tepat.
"Pastikan perlekatan menyusui sudah tepat, dan konsultasi jika keluhan sering berulang," jelasnya.
Rasa nyeri saat menyusui bukan sesuatu yang harus ditahan sendirian. Jika keluhan terasa semakin berat atau terus berulang, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter maupun konselor laktasi.
Dengan penanganan yang tepat, ibu dapat tetap menjalani proses menyusui dengan nyaman sekaligus menjaga kesehatan payudara selama masa menyusui.
