Kumparan Logo

Kenapa Anak-anak Lebih Rentan Kena Masalah Pernapasan?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak dan polusi udara. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dan polusi udara. Foto: Shutter Stock

Kualitas udara yang buruk ternyata dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama pada anak-anak. Bahkan, anak-anak diketahui lebih berisiko mengalami masalah pernapasan dibandingkan orang dewasa.

Alasan Anak Lebih Rentan Kena Masalah Pernapasan

Ilustrasi anak yang terkena dampak dari polusi udara. Foto: Natee K Jindakum/Shutterstock

Dokter Spesialis Anak Konsultan Respirologi, dr. Cynthia Centauri, Sp.A., Subsp.Respi.(K) menjelaskan, kondisi ini terjadi karena anak bernapas lebih cepat, sementara paru-paru dan saluran napas mereka masih lebih kecil dan belum berkembang sempurna.

"Ditambah lagi, tinggi badan anak yang lebih rendah membuat mereka lebih dekat dengan sumber polusi di permukaan jalan. Akibatnya, anak dapat menghirup udara berpolusi hingga 2–3 kali lebih banyak daripada orang dewasa," ujar dr. Cynthia dalam media briefing IDAI, Selasa (7/7/).

Selain itu, paru-paru anak masih terus berkembang hingga memasuki usia dewasa muda. Paparan polusi udara yang terjadi secara terus-menerus berisiko menyebabkan kerusakan paru yang dapat bertahan hingga dewasa.

Cara Melindungi Anak dari Polusi Udara

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Jangan membakar sampah.

  • Jangan merokok di sekitar anak.

  • Tunda mengajak anak ke rumah yang sedang direnovasi.

  • Gunakan masker saat kualitas udara sedang buruk.

  • Hindari jalan dengan tingkat polusi yang tinggi.

  • Saat berkendara di area berpolusi, tutup jendela kendaraan agar udara di dalam tetap bersih.

  • Pantau kualitas udara (AQI) sebelum beraktivitas di luar ruangan.

  • Gunakan air purifier dengan filter HEPA bila diperlukan.