Kenapa Anak Laki-laki Kini Perlu Vaksin HPV? Ini Penjelasannya

Mulai Agustus 2026, Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) menghadirkan pembaruan penting. Untuk pertama kalinya, vaksin HPV tidak hanya diberikan kepada anak perempuan, tetapi juga kepada anak laki-laki di beberapa daerah sebagai tahap awal sebelum diterapkan secara nasional.
Lalu, mengapa anak laki-laki juga perlu mendapatkan vaksin HPV?
Apa Alasan Anak Laki-laki Perlu Vaksin HPV?
Moms, selama ini, vaksin HPV lebih dikenal sebagai vaksin untuk mencegah kanker serviks pada perempuan. Namun, seiring berkembangnya penelitian, para ahli menemukan bahwa virus Human Papillomavirus (HPV) juga dapat menginfeksi laki-laki dan menyebabkan berbagai penyakit serius.
Dokter spesialis anak, dr. Ardi Santoso, Sp.A, MKes menjelaskan bahwa temuan tersebut menjadi dasar mengapa banyak negara kini memberikan vaksin HPV kepada anak perempuan maupun laki-laki.
"Penelitian dalam dua dekade terakhir menunjukkan, laki-laki juga bisa terinfeksi HPV, mengalami penyakit serius akibat HPV, dan menjadi sumber penularan HPV ke pasangan," ujar dr. Ardi.
Karena itu, pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki bertujuan melindungi mereka sebelum terpapar virus sekaligus membantu menurunkan penyebaran HPV di masyarakat.
Kapan Anak Laki-laki Mendapat Vaksin HPV?
Mulai tahun 2026, vaksin HPV diberikan kepada anak laki-laki melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Vaksin sebenarnya sudah dapat diberikan mulai usia 9 tahun. Sementara melalui program BIAS, sasaran penerimanya adalah siswa kelas 5 SD atau sederajat.
Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyebutkan bahwa usia 9–14 tahun merupakan waktu terbaik untuk menerima vaksin HPV. Pada rentang usia tersebut, respons imun anak dinilai lebih optimal dan perlindungan diberikan sebelum risiko paparan HPV terjadi.
Apa Manfaat Vaksin HPV untuk Anak Laki-laki?
Selain melindungi dari infeksi HPV, vaksin ini juga membantu menurunkan risiko berbagai penyakit yang berkaitan dengan virus tersebut.
Beberapa tipe HPV berisiko tinggi, terutama tipe 16 dan 18, diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker penis, kanker anus, kanker orofaring atau tenggorokan, serta kutil kelamin.
Tak hanya berdampak pada kesehatan laki-laki, infeksi HPV juga dapat ditularkan kepada pasangan di kemudian hari. Karena itu, vaksin HPV tidak hanya melindungi anak yang menerimanya, tetapi juga berkontribusi menurunkan risiko penularan HPV dan kanker serviks pada perempuan.
Rekomendasi pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki juga didukung oleh World Health Organization (WHO) dan berbagai organisasi kesehatan di dunia sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit akibat HPV sejak dini.
