Kumparan Logo

Menteri Swedia Bawa Bayi saat Meeting, Amankah Mengajak Bayi ke Tempat Umum?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Lingkungan Hidup Swedia Romina Pourmokhtari, sambil menggendong bayinya yang bernama Adam, berbicara kepada wartawan menjelang pertemuan para menteri lingkungan hidup dan iklim Uni Eropa di Luksemburg, Kamis (25/6/2026). Foto: Kate Abnett/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Lingkungan Hidup Swedia Romina Pourmokhtari, sambil menggendong bayinya yang bernama Adam, berbicara kepada wartawan menjelang pertemuan para menteri lingkungan hidup dan iklim Uni Eropa di Luksemburg, Kamis (25/6/2026). Foto: Kate Abnett/REUTERS

Menteri Lingkungan Hidup Swedia, Romina Pourmokhtari, membawa bayinya yang berusia 3 bulan saat menghadiri Pertemuan Dewan Uni Eropa. Diketahui ia baru saja kembali bekerja dari cuti melahirkan.

ya, Moms, Romina merasa bangga karena bisa menjadi contoh bagaimana ibu bisa tetap bekerja sambil membersamai anak. Namun ia menyadari tak semua ibu memiliki kemewahan tersebut.

“Ada banyak hal yang menjadikan Eropa sebagai tempat yang menyenangkan untuk ditinggali, salah satunya adalah bisa menghadiri rapat sekaligus mengurus anak saya,” kata Romina.

Banyak Mendapat Kritik dari Netizen

Menteri Lingkungan Hidup Swedia Romina Pourmokhtari, sambil menggendong bayinya yang bernama Adam, berbicara kepada wartawan menjelang pertemuan para menteri lingkungan hidup dan iklim Uni Eropa di Luksemburg, Kamis (25/6/2026). Foto: Kate Abnett/REUTERS

Sayangnya aksi Romina banyak dikritik netizen. Banyak yang mengkhawatirkan kesehatan dan kenyamanan bayi karena dibawa bekerja dan bertemu banyak orang asing.

Padahal secara umum, bayi yang lahir cukup bulan dan sehat boleh diajak keluar rumah sejak usia di atas 28 hari karena imunnya sudah lebih kuat.

“Umumnya aman dibawa keluar rumah setelah 28 hari sejak lahir. Tapi lebih aman lagi di atas 1 tahun karena daya tahan tubuh bayi lebih optimal. Tentunya harus lebih berhati-hati dan lebih waspada di area ramai, tetap menjaga kebersiham," ujar dr. Reza Fahlevi, Sp.A pada kumparanMOM, Jumat (26/6).

Mengapa Tempat Ramai Lebih Berisiko bagi Bayi?

Sistem kekebalan tubuh bayi masih terus berkembang, sehingga mereka lebih rentan tertular virus maupun bakteri. Selain itu, bayi juga belum dapat menggunakan masker sebagai perlindungan tambahan.

Tak hanya itu, bayi sering kali menarik perhatian orang di sekitarnya. Banyak orang yang ingin menyentuh, menggendong, atau sekadar mengajak bayi berinteraksi.

Tips Aman Jika Harus Membawa Bayi ke Tempat Umum

Menurut dr. Reza, apabila orang tua memang perlu membawa bayi ke tempat kerja atau area publik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko di antaranya:

  • Pastikan kebutuhan ASI-nya tetap terpenuhi.

  • Kenakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan cuaca.

  • Jika naik kendaraan umum, usahakan tidak berada di kerumunan atau berdesakan.

  • Pertimbangkan risiko paparan penyakit di tempat yang akan dikunjungi.