Kumparan Logo

Rating Makanan untuk Anak Menurut Dokter Spesialis Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak terlalu banyak makan makanan manis. Foto: Kenishirotie/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak terlalu banyak makan makanan manis. Foto: Kenishirotie/Shutterstock

Ada berbagai jenis makanan yang disukai anak, mulai dari buah potong dan telur rebus hingga permen dan camilan kemasan. Namun, setiap makanan memiliki kandungan gizi yang berbeda sehingga penting bagi orang tua untuk memperhatikan pilihan makanan sehari-hari anak.

Dalam penilaian yang dibagikan oleh dokter spesialis anak, dr. Reza Faahlevi, SpA(K) sejumlah makanan mendapat nilai tinggi karena kandungan gizinya. Sebaliknya, makanan tertentu mendapat nilai lebih rendah karena perlu dibatasi atau bukan pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Daftar Rating Makanan untuk Anak

Ilustrasi telur ayam rebus. Foto: Shutter Stock

1. Telur rebus: 10/10

Telur rebus mendapat nilai sempurna karena mengandung protein dan vitamin, termasuk vitamin D. Protein dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

2. Buah potong: 9/10

Buah potong mendapat nilai 9/10 karena mengandung vitamin dan serat.

"Meski baik untuk anak, konsumsinya tetap perlu bervariasi agar anak mendapatkan beragam zat gizi," kata dr. Reza Fahlevi, SpA(K) pada kumparanMOM, Rabu (4/11).

3. Yoghurt: 9/10

Yoghurt, terutama yoghurt tawar (plain yogurt), mendapat nilai tinggi karena mengandung protein, probiotik, dan kalsium. Pilih yoghurt sesuai usia anak dan perhatikan kandungan gula tambahannya.

4. Jagung rebus: 9/10

Ilustrasi anak suka makan jagung. Foto: Shutterstock

Jagung rebus juga mendapat nilai 9/10.

"Namun, jagung lebih banyak menyumbang karbohidrat sehingga perlu dikombinasikan dengan sumber protein, seperti telur, ikan, atau ayam, agar makanan anak lebih seimbang," pesan dr. Reza.

5. Cokelat: 5/10

Rating cokelat bergantung pada jenisnya. Dokter menyebut cokelat hitam (dark chocolate) dapat menjadi pilihan, tetapi tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah wajar. Perhatikan pula kandungan gula pada produk cokelat yang diberikan kepada anak.

6. Sosis: 4/10

Meski mengandung protein, sosis termasuk daging olahan. Karena itu, daging segar seperti ayam, ikan, atau daging sapi dapat lebih diutamakan sebagai sumber protein anak.

7. Permen: 3/10

Permen mendapat nilai 3/10. Konsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan dan terus-menerus dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak. Kebiasaan mengonsumsi permen juga perlu diperhatikan karena gula berlebih dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.

8. Ciki-cikian: 2/10

Camilan kemasan seperti ciki-cikian mendapat nilai 2/10 dalam penilaian tersebut. Jenis camilan ini umumnya perlu diperhatikan kandungan garam, lemak, dan zat gizinya. Sebaiknya, camilan tersebut tidak menggantikan makanan utama atau makanan bergizi yang dibutuhkan anak.

Pada akhirnya, memenuhi kebutuhan gizi anak bukan hanya soal memilih makanan dengan rating tertinggi. Variasi makanan, porsi yang sesuai, serta keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral juga penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.