Kumparan Logo

Sering Kembung setelah Minum Susu? 70% Orang Indonesia Alami Intoleransi Laktosa

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selain bermanfaat untuk tumbuh kembang anak, susu juga menunjang kesehatan saat kita dewasa. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Selain bermanfaat untuk tumbuh kembang anak, susu juga menunjang kesehatan saat kita dewasa. Foto: Shutterstock

Pernah melihat anak mengeluh karena perut kembung, mulas, atau bahkan diare setelah minum susu sapi? Jangan buru-buru menganggap karena alergi susu sapi. Sebab bisa jadi, keluhan tersebut berkaitan dengan intoleransi laktosa.

Ya Moms, susu telah lama dikenal sebagai salah satu sumber asupan gizi terbaik yang kaya akan vitamin, mineral, protein, dan kalsium untuk menunjang pertumbuhan serta kesehatan tubuh. Tapi faktanya, tingkat konsumsi susu di Indonesia masih tergolong rendah.

Salah satu faktor utama yang sering kali menjadi penghalang adalah masalah intoleransi laktosa, sebuah kondisi genetik maupun pencernaan yang ternyata dialami oleh sekitar 70% penduduk Indonesia.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan intoleransi laktosa?

Apa Itu Intoleransi Laktosa?

Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu.

Praktisi kesehatan dr. Farhan Zubedi menjelaskan, kondisi tersebut terjadi ketika tubuh kekurangan enzim laktase. Padahal, enzim ini dibutuhkan untuk memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa agar bisa dicerna tubuh.

“Kalau laktase ini tidak ada, berarti laktosa tidak bisa dicerna, maka akan sampai ke usus besar,” ujar dr. Farhan dari rilis yang diterima kumparanMOM.

Laktosa yang tidak tercerna kemudian difermentasi oleh bakteri di usus besar. Proses inilah yang dapat memicu sejumlah keluhan pencernaan.

Pada anak, gejalanya bisa berupa perut kembung, kram perut, sering buang gas, hingga diare setelah mengonsumsi susu atau produk yang mengandung laktosa.

Apakah Anak yang Intoleransi Laktosa Harus Berhenti Minum Susu?

Ilustrasi anak minum susu. Foto: Sorapop Udomsri/Shutterstock

Intoleransi laktosa tidak selalu berarti anak atau orang dewasa harus menghindari susu sapi sepenuhnya. Salah satu alternatif yang dapat dipilih adalah susu sapi bebas laktosa atau lactose-free.

Menurut dr. Farhan, pilihan tersebut memungkinkan seseorang tetap mendapatkan nutrisi dari susu sapi tanpa mengalami keluhan akibat laktosa.

Hal senada terlihat dalam survei Good Doctor yang melibatkan 1.000 dokter. Sebanyak 97 persen dokter yang disurvei setuju bahwa susu sapi bebas laktosa aman di lambung dan tidak menyebabkan kembung.

Bagaimana Susu Bebas Laktosa Dibuat?

MilkLife Susu Bebas Laktosa. Foto: MilkLife

Susu bebas laktosa pada dasarnya tetap bisa berasal dari susu sapi. Bedanya, laktosa di dalam susu tersebut dipecah melalui proses enzimatis menjadi glukosa dan galaktosa yang lebih sederhana.

Salah satu produk yang menawarkan pilihan ini adalah MilkLife Lactose Free karena proses tersebut dilakukan tanpa mengurangi nutrisi susu.

“Pertama, nutrisinya tetap sama dengan susu regular; kedua, terbukti aman di lambung dan bebas kembung; ketiga, proses pemecahan laktosa tersebut justru menciptakan rasa manis alami yang nikmat,” jelas Didiet Fadriana Abdulkadir, selaku Business Unit Head Dairy Savoria.

Jadi, kalau anak sering merasa tidak nyaman setelah minum susu, jangan langsung menghilangkan susu dari menu hariannya. Kenali dulu penyebabnya dan konsultasikan dengan dokter, ya, Moms.