Kumparan Logo

Warna ASI Berubah Jadi Pink atau Hijau? Dokter Ungkap Penyebabnya

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pumping ASI. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pumping ASI. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Pernah terkejut melihat warna ASI berubah menjadi hijau atau bahkan pink? Kondisi ini sering membuat ibu khawatir dan bertanya-tanya: "Apakah ASI tersebut masih aman diminum oleh bayi?".

Dokter Spesialis Anak sekaligus Konselor Menyusui, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan, perubahan warna ASI umumnya merupakan hal yang normal. Warna ASI dapat dipengaruhi oleh kandungan alami di dalamnya, makanan atau suplemen yang dikonsumsi ibu, hingga kondisi tertentu selama menyusui.

Kenapa Warna ASI Bisa Berubah?

Ilustrasi memompa ASI. Foto: best time photos/Shutterstock

Perubahan warna ASI tidak selalu menandakan adanya masalah. Berikut beberapa warna ASI yang umum ditemui beserta penyebabnya:

Kuning

Merupakan kolostrum atau ASI yang diproduksi pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Warna kuning berasal dari kandungan beta karoten dan tingginya kadar imunoglobulin yang berperan melindungi bayi dari infeksi.

Putih kental atau krem

Biasanya merupakan hindmilk, yaitu ASI yang keluar di akhir sesi menyusui. Hindmilk mengandung lebih banyak lemak sehingga membantu bayi merasa kenyang.

Bening agak kebiruan

Merupakan foremilk atau ASI yang keluar di awal menyusui. Meski kandungan lemaknya lebih rendah, ASI ini tetap kaya akan karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan antibodi.

Hijau

Warna ini umumnya dipengaruhi oleh makanan, pewarna makanan, atau suplemen yang dikonsumsi ibu.

Pink atau kemerahan

Dapat terjadi karena sedikit darah bercampur dengan ASI, misalnya akibat puting lecet atau Rusty Pipe Syndrome pada awal masa menyusui.

"Sebagian besar variasi warna ASI memang bisa terjadi dan sering kali tidak berbahaya serta masih boleh diberikan pada bayi," ujar dr. Aisya kepada kumparanMOM, Minggu (2/8).

Kapan Perubahan Warna ASI Perlu Diwaspadai?

Meski sebagian besar perubahan warna ASI normal, ada beberapa kondisi yang perlu segera diperiksakan ke dokter, yaitu apabila:

  • ASI berwarna hitam atau coklat tua.

  • Perubahan warna menetap dan tidak kunjung membaik.

  • Disertai nyeri pada payudara.

  • Mengalami demam.

  • Muncul benjolan pada payudara.

  • Keluar darah dalam jumlah banyak.

Menurut dr. Aisya, warna ASI tidak dapat dijadikan patokan untuk menilai kualitas ASI.

"Sebagian besar variasi warna ASI memang bisa terjadi dan sering kali tidak berbahaya. Tetapi bila perubahan warna terjadi tiba-tiba, menetap, atau disertai keluhan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter," tutupnya.