News
·
11 Juni 2021 14:11

Ventilator Karya Anak Cianjur

Konten ini diproduksi oleh Dewi Saraswati
Ventilator Karya Anak Cianjur (380788)
searchPerbesar
Penelitian dan Pengembangan SI-Venesia (www.lipi.go.id)
Deni Permana Kurniadi, Peneliti Madya di bidang Elektronika. Bekerja di Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPET - LIPI), Pria kelahiran Cianjur 11 Nopember 1969. Dalam kondisi pandemi sekarang ini, jarak tempuh 60 km antara tempat tinggalnya di Cianjur ke kantor yang berada di kota Bandung tidak menghalangi beliau menghasilkan karya yang bermanfaat untuk masyarakat.
ADVERTISEMENT
Ide awalnya di ilhami pengalaman pribadi, ketika ayah beliau menderita sakit dan di rawat di rumah sakit karena gangguan pernapasan yang membutuhkan ventilator. Keterbatasan ventilator di rumah sakit, membuat beliau menyadari sangat pentingnya ventilator untuk pasien, apalagi di masa pandemi.
Dengan terus bertambahnya jumlah pasien terjangkit Covid-19, membuat tenaga medis yang merupakan garda terdepan harus bekerja lebih keras. Selain tenaga medis, diperlukan juga sarana dan prasarana penunjang. Salah satunya peralatan yang sangat dibutuhkan oleh penderita covid-19 yang mengalami gangguan penapasan yaitu ventilator.
Dari situ lah timbul ide membuat ventilator yang praktis dan murah, serta bermanfaat membantu penderita covid 19 yang mengalami gangguan pernapasan. Dengan dibantu oleh tim dari PPET - LIPI dan rekan-rekan peneliti lainnya, dalam kurun waktu hampir satu tahun mereka dapat pengembangan dan menghasilkan sebuah peralatan ventilator yang diberi nama SI-Venesia (Small Intelligent Ventilator Indonesia).
ADVERTISEMENT
Ventilator merupakan salah satu peralatan medis yang berfungsi sebagai alat bantu pernapasan. Dengan pengertian lain, Ventilator merupakan alat life support yang mempunyai peran yang sangat vital sebagai penopang pernapasan pada pasien yang mengalami gangguan atau kegagalan sistem pernapasan. (Luh Pradnya Ayu Dewantari, dr. I Ketut Wibawa Nada, Sp.An, KAKV, 2017).
Ventilator secara umum adalah pencampuran (mixer) antara oksigen murni (O2), dengan udara ruangan yang biasa kita hirup dengan beberapa persyaratan. Untuk menghasilkan kadar oksigen, tekanan udara dan aliran udara yang diharapkan, maka semua tahapan dan proses ini dikontrol secara elektronik menggunakan beberapa sensor dan valve yang diintergrasikan dengan sistem minicomputer. Sehingga dihasilkan ventilator yang mampu memberikan asupan udara dan oksigen yang cukup kepada pasien.
ADVERTISEMENT
Sensor yang digunakan berfungsi untuk mengetahui kadar oksigen atau Fraksi Oksigen (FiO2), aliran udara (Flow Rate), tekanan udara (PEEP), serta harus mampu mendeteksi tekanan maksimum pada pasien. Sehingga terjamin keamanaan terhadap pasien maupun alat ventilator itu sendiri. Sementara katup-katup (valve) yang digunakan berfungsi sebagai actuator atau penerima perintah dari minicomputer yang mengeksekusinya.
Sensor memberikan data kepada minicomputer untuk diproses, selanjutnya hasil pemprosesan data tersebut akan diberikan kepada actuator untuk dilakukan eksekusi. Tampilan ventilator menggunakan layar display yang berfungsi sebagai layar sentuh (touch screen) untuk mempermudah pengoperasian alat pada saat digunakan.
Ventilator Karya Anak Cianjur (380789)
searchPerbesar
Tampilan SI-Venesia PPET-LIPI (www.lipi.go.id)
SI-Venesia yang dikembangkan oleh PPET – LIPI, merupakan ventilator dengan dua mode operasi yaitu CPAP dan BiPAP. Mode CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) merupakan ventilator yang akan memberikan tekanan udara positif yang konstan dan terus menerus ke pasien. Dengan tujuan supaya saluran pernapasan tetap terbuka. Ventilator dengan mode CPAP, biasanya disarankan oleh dokter untuk pasien penderita sleep apnea (gangguan tidur serius), di mana sistem pernapasan sering berhenti selama tidur.
ADVERTISEMENT
Sedangkan mode BiPAP (bi-level positive airway pressure) merupakan ventilator yang dapat menghasilkan dua level tekanan udara positif yang berbeda, yaitu pada saat inspirasi (menarik napas) dan pada saat ekspirasi (menghembuskan napas).
Dalam kegiatan penelitian dan pengembangan, pembuatan sebuah ventilator sampai bisa digunakan oleh masyarakat tentu saja harus melalui beberapa tahap pengujian. Pertama tahap pengujian skala laboratorium, dimana pengujian menitik beratkan masalah teknis. Masalah teknis tersebut seperti kinerja sistem (performance), ketahanan sistem (endurance), dan keamanan kelistrikan dengan mengacu pada standar yang telah ditentukan.
Setelah tahap pengujian skala laboratorium, akan dilakukan uji teknis oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) yang berada di bawah Kementrian Kesehatan selama lebih kurang 14 hari. Jika lulus tahap pengujian teknis ini, maka akan diperoleh surat lolos uji teknis.
ADVERTISEMENT
Dengan berbekal surat lolos uji teknis dari BPFK, kemudian masuk tahap uji klinis. Tahap uji klinis ini dilakukan di Rumah Sakit, yang sudah memiliki kesepakatan kerja sama perjanjian penelitian. PPET- LIPI bekerjasama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Pada uji klinis pengujian langsung kepada pasien, penderita covid-19 atau penderita penyakit lain yang berhubungan dengan pernapasan.
Ventilator Karya Anak Cianjur (380790)
searchPerbesar
Uji coba SI-Venesia di PPET-LIPI (www.lipi.go.id)
Pada uji klinis tim dokter yang ditunjuk pihak rumah sakit yang menjadi penanggung jawab, tentu saja tim dokter yang sudah mempunyai pengalaman pengujian peralatan ventilator. Tim ini juga yang akan memberikan arahan, bimbingan serta pengawasan terhadap jalannya uji klinis sampai selesai. Mereka membuat catatan harian sebagai dasar keluarnya surat lolos uji klinis secara resmi.
ADVERTISEMENT
Jika dalam tahap uji klinis terdapat kekurangan, untuk penyempurnaan sistem akan dilakukan perbaikan dan dilakukan uji klinis ulang. Masalah yang timbul dalam uji klinis biasanya masalah ringan (minor) bukan masalah yang berat atau fatal (mayor), sehingga tingkat keamanan untuk pasien tetap terjaga. Tahapan uji klinis selesai akan keluar surat lolos uji klinis yang diterbitkan oleh pihak yang berwenang.
Apabila telah melalui semua tahapan pengujian dan dinyatakan lolos, keluar lah surat izin edar dari Kementerian Kesehatan RI yang disampaikan juga ke Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Setelah mendapatkan surat izin edar ventilator ini akan siap dipabrikasi secara massal oleh perusahaan yang kompeten di bidang produksi peralatan kesehatan. Dalam hal ini PPET LIPI bekerjasama dengan PT. Tesena Inovindo Jakarta melalui program diseminasi.
ADVERTISEMENT
Dengan selesainya penelitian dan pengembangan SI-Venesia, yang sekarang dalam proses uji teknis di BPFK Jakarta, menjadi sumbangsih nyata yang berperan dalam penanganan penderita covid-19 di Indonesia. Semoga SI-Venesia bisa menjadi solusi masalah kekurangan peralatan ventilator bagi pasien yang membutuhkan.
Diharapkan apa yang telah dlakukan peneliti seperti Deni Permana dan tim di PPET-LIPI, menjadi motivasi peneliti lain untuk berkarya dan menghasilkan produk yang bermanfaat untuk masyarakat dalam mengatasi kondisi pandemi yang belum berakhir ini.
Dewi Saraswati – Pranta Humas Muda LIPI Bandung
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020