Tuhan Tak Pernah Tidur

Sari Asriani
Mahasiswa semester 4 Jurnalistik di Politeknik Negeri Jakarta.
Konten dari Pengguna
11 Juni 2024 12:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sari Asriani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Perempuan Sedang Berdoa. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perempuan Sedang Berdoa. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Jariku gemetar, erat mencengkram sehelai kain lap lusuh. Pandanganku menerawang kosong ke arah jalanan depan rumah yang basah kuyup oleh hujan. Perutku keroncongan, tapi apa daya? uang untuk membeli beras saja sudah habis, apalagi untuk lauk pauk.
ADVERTISEMENT
Hidup ini seperti roda yang terus berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Masalah ekonomi keluarga bagaikan belenggu yang mengikat erat, merenggut mimpi dan harapan.
Sejak duduk di bangku sekolah, aku termasuk anak yang rajin dan cukup berprestasi. Sudah pasti kuliah adalah cita-citaku sejak awal. Namun, terkadang pikiran membawaku untuk tidak usah terlalu berharap. Jangankan kuliah, hidup tenang tanpa memikirkan esok makan apa juga sudah untung.
Hampir setiap hari, ada saja bank keliling yang mengetuk pintu rumah dengan kasar, memaki maki jika ibu tidak bisa membayar cicilan. Rasa takut sudah jadi makanan sehari hari. Benar-benar kenyang, dengan kecemasan. Ingin sekali rasanya melarikan diri, tapi kemana? Aku hanya seorang anak SMA yang tak berdaya di tengah kerasnya dunia.
ADVERTISEMENT
Tak terasa, air mata mengalir basahi pipi, perihnya rasanya harus bertahan di kondisi seperti ini. Keputusasaan bagaikan kabut tebal, menyelimuti seluruh pikiranku. Aku ingin sekali menyerah, namun rasa optimis untuk selalu kejar cita-cita mengalahkan pikiran jahat itu.
Doa demi doa selalu kupanjatkan, memohon kekuatan dan pertolongan dari Sang Pencipta. Aku yakin, semua akan baik-baik saja jika aku terus percaya dan terus berusaha.
Untungnya, di tengah kegelapan ini aku masih punya Tuhan. Keyakinanku kepada-Nya tak pernah pudar, bahkan di saat terberat sekalipun. Aku yakin, Tuhan takkan pernah tidur, takkan pernah meninggalkan hamba-Nya yang selalu berusaha.
Dan benarlah, keajaiban itu datang. Berkat kerja keras dan keteguhan iman, aku akhirnya mendapatkan beasiswa untuk kuliah. Beban berat di pundakku mulai terasa ringan, secercah harapan mulai menerangi jalanku.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, aku juga mendapat pekerjaan sampingan untuk membantu meringankan beban keluarga. Setidaknya, aku sudah tidak pernah meminta uang kepada orang tuaku untuk keperluan kuliah. Rasa syukur tak terhingga selalu kupanjatkan kepada Tuhan atas segala nikmat dan karunia yang diberikan.
Pengalaman ini mengajariku banyak hal. Bahwa sebesar apapun rintangan dan kesulitan yang dihadapi, jangan pernah menyerah. Selalu berserah diri kepada Tuhan dan teruslah berusaha, karena Dia takkan pernah mengecewakan hamba-Nya yang beriman.
Ingatlah bahwa dengan keyakinan dan kerja keras, semua rintangan dapat diatasi. Jangan biarkan rasa putus asa menguasaimu. Percayalah, asalkan kamu tidak pernah menyerah, masa depan yang cerah menanti di hadapanmu.
Semua akan indah pada waktunya. Kisah hidupku ini menjadi saksi bahwa keajaiban Tuhan nyata adanya. Di saat aku merasa tak ada jalan keluar, Tuhan memberikan secercah cahaya yang membimbingku keluar dari kegelapan. Setiap kali aku merasa lelah dan hampir menyerah, aku mengingat kembali bahwa Tuhan selalu bersamaku, memberikan kekuatan yang tak terhingga.
ADVERTISEMENT
Jika kau sedang menghadapi banyak cobaan berat di dalam hidupmu, tetaplah bersemangat, teruslah berusaha, dan jangan pernah kehilangan harapan. Percayalah, di setiap langkah yang diambil dengan penuh keyakinan dan usaha, Tuhan akan selalu memberikan jalan. Semua akan baik-baik saja jika kita terus percaya kepada-Nya.