Edukasi K3 bagi Calon Radiografer melalui Forum Ilmiah Abdimas

Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang, Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari sari budi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semarang, Rabu, 23 september 2026. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi hal penting yang perlu dipahami sebelum seorang radiografer memasuki dunia kerja. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Kemenkes Semarang dengan tim pengabdi terdiri dari Dr. Rini Indrati, S.Si, M.Kes, Dr. Darmini S.Si, M.Kes, Ary Kurniawati, S.ST, M.Si, Siti Daryati, S.Si, M.Sc serta mahasiswa dengan tema “KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJA PELAYANAN RADIODIAGNOSTIK DAN INTERVENSIONAL”.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari radiografer dan calon radiografer di kota Semarang. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Bapak Bagus Dwi Handoko, S.ST., M.Kes selaku ketua jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya pemahaman mengenai keselamatan dan kesehatan kerja bagi calon tenaga radiografer sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Rini Indrati mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam unit radiologi. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai keselamatan kerja dan kesehatan kerja bidang radiasi dan non radiasi (ergomomi, kimia, kebakaran, psikologis) hingga pentingnya membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja.
Setelah penyampaian materi, peserta diberikan beberapa pertanyaan untuk menguji pemahaman K3 dalam radiologi, mulai dari prinsip proteksi radiasi, pentingnya menjaga jarak dari pasien, Diagnostic Reference Level (DRL), bahaya non-radiasi, hingga tindakan yang dilakukan ketika menemukan kondisi alat yang tidak aman.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Peserta dibagi menjadi lima kelompok dengan topik yang berbeda, yaitu keselamatan radiasi, ergonomi, keselamatan biologis atau infeksi, APD dan keselamatan kerja, serta budaya keselamatan. Setiap kelompok diberikan kasus yang berkaitan dengan kondisi yang dapat ditemui radiografer di lingkungan kerja dan diminta mencari solusi dari permaslaahan tersebut.
Setelah berdiskusi, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga belajar melihat dan menyelesaikan permasalahan K3 yang dapat terjadi saat memberikan pelayanan radiologi. Kasus yang dibahas antara lain paparan radiasi hambur, risiko cedera saat memindahkan pasien, pencegahan infeksi, penggunaan APD, serta pentingnya melaporkan kondisi alat yang tidak aman.
Sebagai bagian dari kegiatan, peserta menandatangani komitmen K3 Radiologi, ini menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan karena penerapan K3 di lingkungan radiologi tidak cukup hanya dipahami sebagai teori. Keselamatan perlu diterapkan melalui kebiasaan kerja, kepedulian terhadap kondisi lingkungan, penggunaan alat pelindung yang sesuai, serta keberanian untuk melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan.
Kemudian beberapa peserta juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai hal-hal yang perlu disiapkan sebelum menjadi seorang radiografer yang bertanggung jawab. Selain memahami pentingnya penerapan prinsip K3 dalam pelayanan radiologi, peserta juga menjadi lebih memahami peran dan tanggung jawab radiografer di unit radiologi serta pentingnya menjaga keselamatan dalam setiap pelayanan yang nantinya diberikan.
“Melalui kegiatan ini saya jadi lebih memahami apa saja yang harus dipersiapkan untuk menjadi radiografer yang bertanggung jawab, termasuk memahami peran radiografer di unit radiologi dan bagaimana menerapkan prinsip-prinsip K3 ketika nantinya bekerja,” ujar Yohanita, salah satu peserta kegiatan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh DIPA Poltekkes Kemenkes Semarang.
Melalui kegiatan Pengabmas ini, peserta diharapkan memiliki bekal yang lebih baik dalam menghadapi lingkungan kerja dalam pelayanan radiologi. Pemahaman K3 sebelum memasuki dunia kerja diharapkan dapat membantu membentuk tenaga radiografer yang tidak hanya terampil dalam memberikan pelayanan radiologi, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap keselamatan diri, pasien, rekan kerja, dan lingkungan kerja.
Fitria Sari Santya Budi, mahasiswa Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Kemenkes Semarang.
