Keamanan Data Pribadi: Tantangan Privasi dalam Komunikasi Digital

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Andalas
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Sarmiati mia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keamanan Data Pribadi
Keamanan data pribadi merupakan suatu proses perlindungan terhadap data sensitif yang ada di media digital. Saat ini topik ini semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi dan peningkatan penggunaan internet. Di era digital ini banyak kejahatan yang memanfaatkan data pribadi sehingga perlu untuk dilindungi. Namun pada kenyataannya, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa data pribadi merupakan hal yang sangat krusial dan berbahaya jika disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal-hal yang dapat terjadi berkaitan dengan keamanan data privasi dalam komunikasi digital diantaranya:
a. Pencurian data. Pencurian data pribadi adalah masalah serius yang terus meningkat sejalan dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya ketergantungan pada layanan online. Metode pencurian data pribadi yang perlu kita ketahui sebagai pengguna media digital seperti
1. phising merupakan penipuan untuk memperoleh informasi sensitif seperti kata sandi dan nomor kartu kredit dengan menyamar sebagai orang atau lembaga terpercaya melalui komunikasi elektronik melalui email, pesan teks, ataupun web palsu,
2. Malwe meruapakan virus, torjan, spyware, ransomware yang diinstal tanpa sepengatahuan pengguna untuk mencuri data pribadi atau mengendalikan perangkat korban,
3. MitM Attacks meruapakan hal yang dilakukan pelaku untuk menyusup ke komunikasi antara dua pihak dan mencuri data yang ditransmisikan seperti informasi login dan data keuangan,
4. Social engineering (menggunakan teknik manipulasi psikologis untuk mengelabui korban agar memberikan informasi pribadi atau akses ke sistem yang aman),
5. Data breach merupakan peretasan terhadap sistem perusahaan atau organisasi untuk mencuri data pribadi dalam jumlah besar. Contohnya seperti yang terjadi baru ini dikutip melalui liputan6.com data milik Kominfo bocor bahkan dijajakn oleh hacker di situs jual beli peretasan , BroachForums, dengan harga USD 121.000 atau Rp 1,9 Miliar. Diduga data yang bocor berisikan berbagai jenis data-data pribadi seperti NIK, detail rekening perbankan, nomor rekening, bahkan lisensi software sistem keamanan dan dokumen kontrak dari Pusat Data Nasional tahun 2021-2024.
Keamanan data pribadi merupakan hal yang sangat penting, sehingga jika pencurian data ini terjadi, akan menyebabkan dampak seperti kehilangan finansial, kerusakan reputasi, menyebabkan stres bagi korban, bahkan kerugian hukum bagi individu atau organisasi yang gagal dalam melindungi data pelanggan.
b. Privasi dan pelacakan online. Banyak perusahaan teknologi menggunakan data pengguna untuk melacak perilaku online mereka. data ini sering digunakan untuk iklan yang ditargetkan, sehingga dapat mengancam privasi pengguna. Isu ini semakin mendapat perhatian karena semakin banyaknya data pribadi yang dikumpulkan dan digunakan oleh berbagai pihak. Pelacakan online dapat dilakukan melalui cookies atau file kecil yang disimpan di perangkat pengguna oleh situ web untuk melacak aktivitas mereka. selain itu juga ada pelacakan oleh aplikasi dan platform media sosial.
Dampak yang akan terjadi adalah kehilangan konrol privasi atas data pribadi, profiling dan iklan target terkait pengguna untuk menargetkan pengguna terhadap iklan yang sangat spesifik, bahkan penyalahgunaan data. Sehingga dibutuhkan kesadaran terhadapa privasi dan juga pelacakan online yang mungkin terjadi menggunakan alat privasi seperti VPN dan browser yang fokus pada privasi, memeriksa pengaturan privasi perangkat, menggunakan metode penyamaran, memasang ekstensi browse untuk privasi, menghindari layanan yang tidak terpercaya, dan menghapus cookis secara berkala. Dengan memahami cara kerja pelacakan untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi data pribadi, dapat mengurangi dampak dari risiko kehilangan privasi dan dampak negatif lainnya.
c. Penyimpanan data di cloud memberikan ruang yang fleksibel terhadap pengguna yang memiliki perangkat dengan kapasitas penyimpanan yang sedikit, serta akses yang mudah dari perangkat mana saja. Akan tetapi hal ini dapat menimbulkan risiko keamanan karena data yang disimpan di server pihak ketiga bisa menjadi target serangan cyber.
Pada hakikatnya, penggunaan teknologi digital selain memiliki kemudahan dan manfaat yang besar bagi penggunanya, juga memiliki tantangan tersendiri. Sehingga dibutuhkan kesadaran dan juga kepekaan untuk melindungi privasi. Langkah-langkah yang dapat pengguna lakukan untuk bisa mengantisipasi tantangan-tantangan yang mungkin terjadi seperti menggunakan enskripsi untuk melindungi data selama transmisi dan penyimpanan, menggunakan Virtual Private Network (VPN) untuk melindungi komunikasi online, menerapkan kebijakan privasi yang jelas dan transparan untuk pengguna, dan melakukan pemantauan secara berkala untuk mendeteksi dan menanggulangi ancaman keamanan.
Dengan adanya kesadaran dan juga pemahaman untuk mengatasi tantangan-tantangan yang mungkin terjadi sebagai pengguna media digital, kita dapat meningkatkan keamanan dan privasi dalam komunikasi digital.
