kumparan
2 Sep 2019 22:26 WIB

Tips Mengelola Keuangan Untuk Mom Millenial

“Karena di pundak perempuan, generasi selanjutnya ditentukan. Juga karena hidup pada akhirnya tentang sendiri, tentang ditinggalkan atau meninggalkan. Maka jadilah pribadi yang berdaya, baik spiritual, personal maupun finansial.” ~ Ila Abdulrahman (Financial Planner)
ADVERTISEMENT
Seorang perempuan, terutama yang sudah menjadi ibu, seringkali terlalu sibuk mengurus keluarga, suami dan anak-anaknya, sehingga luput memenuhi hak dan kebutuhan dirinya sendiri. Padahal, ibu yang bahagia adalah kunci utama untuk keluarga bahagia. Karena kebahagiaan itu menular, lho, Moms.
Untuk menjadi bahagia, perempuan harus sehat secara holistik, yaitu sehat secara fisik, mental dan finansial. Menjaga pola hidup seimbang seperti makan, olahraga dan istirahat teratur adalah salah tiga cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kesehatan fisik. Kesehatan mental bisa didapat dengan cara banyak bersyukur, bersedekah, sering tertawa, melakukan kegiatan atau hobi yang disukai, hangout bersama teman dan lain sebagainya. Jangan sampai karena terlalu sibuk mengurus keluarga, kita jadi lupa dengan diri sendiri.
ADVERTISEMENT
Selain itu, perempuan juga sebaiknya sehat secara finansial. Di zaman yang makin modern ini, makin banyak peluang bagi perempuan untuk berkarya dan bekerja. Banyak perempuan yang bisa bekerja dan memiliki usaha sendiri yang dilakukan dari rumah. Kalau dulu ibu tidak bekerja hanya mengandalkan penghasilan suami, sekarang ada banyak cara untuk menghasilkan uang dari rumah. Misalnya dengan berjualan online.
Oleh karena itu, penting sekali bagi perempuan, khususnya Mom Millennial melek literasi keuangan. Bahkan meski Mom tidak bekerja dan hanya bergantung pada penghasilan suami, Mom As The Guardian of The Family juga sebaiknya tahu cara mengelola keuangan keluarga dengan baik.
Moms Mingle Kumparan Mom Bersama Sun Life Indonesia.
Hari Sabtu, 31 Agustus 2019, bertempat di Kayu Kayu Restaurant, Tangerang, saya berkesempatan hadir di acara #MomsMingle Kumparan Mom. Bersama teman-teman Kumparan Mom, kami belajar cara menjadi perencana keuangan yang baik dan mendengarkan sharing dari beberapa narasumber seputar tips dan trik #LiveHealthierLives .
ADVERTISEMENT
Seperti biasa, materi yang didapat dari Moms Mingle Kumparan Mom ini bermanfaat sekali. Saya mendapat banyak insight baru dari narasumber seperti Kelly Tandiono (@kelly_tandiono - Model dan Brand Ambassador Sun Life) dan Kania Annisa Anggiani (@kekekania - Mompreneur, Founder dan CEO of Chic and Darling).
Kelly, misalnya. Dia membagikan tips hidup sehat ala dia, yang menurut saya sangat menarik dan bisa ditiru, yaitu: tertawa, sinar matahari, olahraga, pola makan sehat dan mengatur keuangan dengan baik. Sebagai seorang ibu yang sibuk mengurus keluarga dan bisnisnya, Kania Anggiani berbagi pengalaman bagaimana caranya membahagiakan diri sendiri dan berbahagia, sehingga kebutuhan dan kebahagiaan keluarga pun terpenuhi.
Dari sharing para narasumber, saya menarik kesimpulan, bahwa seorang perempuan, terutama yang sudah jadi ibu, tidak cukup hanya sehat fisik saja supaya bisa mengurus dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Seperti yang sudah saya tulis di awal tadi, untuk berbahagia, seorang perempuan harus sehat secara holistik, yaitu sehat fisik, mental dan finansial.
ADVERTISEMENT
Berkaitan dengan sehat finansial, Mbak Ila Abdulrahman, Financial Planner, berbagi ilmu dan tips mengelola keuangan untuk para Mom Millenial. Menurut Mbak Ila ada 4 hal penting yang harus dilakukan supaya sehat finansial,
1. Needs VS Wants
2. Budgeting
3. Planning
4. Financial Product Knowledge
Kita harus bisa membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Jangan sampai pengeluaran kita lebih banyak untuk hal-hal yang kita inginkan, sementara kebutuhan pokok dan penting malah tidak terpenuhi.
Langkah selanjutnya adalah melakukan Budgeting. Pendapatan yang diterima, idealnya dibagi menjadi 5, yaitu:
• 10% untuk sosial
• 30% untuk membayar hutang produktif
• 15% untuk investasi
• 40% untuk living cost
• 5% untuk asuransi
ADVERTISEMENT
Namun pembagian itu tidak mutlak karena tergantung kebutuhan masing-masing orang atau keluarga. Misalkan, ada orang yang memiliki hutang produktif sampai 60%, itu sah-sah saja, karena ternyata living cost-nya hanya 5 atau 10 persen. Tapi kalau menurut saya, sebaiknya ikuti saja pembagian ideal seperti yang disarankan Mbak Ila karena lebih mudah dan membantu kita untuk konsisten mengatur keuangan.
Tips penting lainnya dari Mbak Ila adalah, dana asuransi sebaiknya dipisah dari dana investasi, karena asuransi dan investasi adalah hal yang berbeda. Selain itu dana untuk pendidikan anak, idealnya tidak mengambil dari dana living cost dan asuransi. Dana pendidikan anak sebaiknya sudah mulai disiapkan sejak mulai menikah dan merencanakan memiliki anak.
ADVERTISEMENT
Mendengarkan pemaparan Mbak Ila, saya kembali diingatkan tentang prioritas-prioritas dalam hidup saya dan keluarga. Bagaimana dengan kalian, Moms? Apakah sudah memiliki kebahagiaan holistik atau masih berusaha menuju ke sana? Apapun kondisinya, yuk, kita sama-sama semangat memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Cause as a mom and a guardian of the family, we deserve to feel happy dan feel good about our self first.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan