Pendekatan Real-Life Untuk Mahir Menyimak Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing

Mahasiswi Universitas Pamulang, Prodi S1 Akuntansi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sasika Kirana Suhendar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kata kunci: Pendekatan real life, Menyimak, Bahasa Indonesia, Penutur asing.

Mempelajari bahasa Indonesia bagi penutur asing, kemampuan menyimak merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai. Menyimak tidak hanya membantu memahami percakapan sehari-hari, tetapi juga menjadi fondasi untuk mengembangkan kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Sayangnya, banyak penutur asing yang masih kesulitan dalam meningkatkan kemampuan menyimak mereka. Artikel ini akan membahas pendekatan real life yang dapat membantu penutur asing menjadi mahir dalam menyimak bahasa Indonesia.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia (BIPA), keterampilan mendengarkan selalu dicantumkan sebagai keterampilan pertama yang diajarkan. Hal ini didasarkan pada hirarki perkembangan keterampilan berbahasa seseorang, dimulai dari keterampilan menyimak, kemudian keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan terakhir keterampilan menulis.
Permasalahan yang dihadapi mahasiswa BIPA antara lain kesulitan memahami tuturan langsung saat berkomunikasi, adanya berbagai faktor pengalih perhatian di lingkungan sekitar, keterbatasan kosakata, dan kurangnya pengalaman menggunakan bahasa Indonesia secara langsung. Hal ini sesuai dengan temuan Irawan dkk. (2022) menyatakan bahwa siswa BIPA mengalami kesulitan dalam menerapkan keterampilan mendengarkan karena intervensi bahasa ibu, rendahnya pemahaman bahasa Indonesia, dan ketidaksesuaian dalam proses pembelajaran. Salah satu penyebab terjadinya perbedaan proses pembelajaran juga disebutkan oleh Loren dkk. (2017) Hal ini rupanya disebabkan oleh sangat terbatasnya media pembelajaran listening yang tersedia pada saat itu. Selain itu, kesulitan mendengarkan lainnya yang dihadapi siswa BIPA terkait dengan kecepatan berbicara dan adanya aksen atau bahasa daerah lawan bicara (Astuti & Bewe, 2020).
Pentingnya Menyimak dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Menyimak adalah keterampilan reseptif yang memungkinkan seseorang untuk memahami dan menginterpretasikan pesan yang disampaikan oleh pembicara. Dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing, kemampuan menyimak memiliki peran yang sangat penting, antara lain:
Memahami kosakata, tata bahasa, dan struktur kalimat yang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Menangkap nuansa dan intonasi yang digunakan oleh penutur asli bahasa Indonesia.
Mengembangkan kemampuan berbicara dengan lebih lancar dan natural.
Memahami konteks budaya yang memengaruhi penggunaan bahasa Indonesia.
Memperoleh input bahasa yang berguna untuk meningkatkan kemampuan berbahasa secara keseluruhan.
Pendekatan Real Life untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak
Untuk menjadi mahir dalam menyimak bahasa Indonesia, penutur asing perlu menerapkan pendekatan real life. Pendekatan ini melibatkan interaksi langsung dengan penutur asli bahasa Indonesia dalam situasi kehidupan nyata. Beberapa strategi yang dapat diterapkan:
1. Mendengarkan percakapan sehari-hari
Mendengarkan percakapan antara penutur asli bahasa Indonesia di tempat umum, seperti pasar, toko, atau restoran.
Memperhatikan penggunaan kosakata, struktur kalimat, dan intonasi yang digunakan.
Berusaha memahami konteks dan makna dari percakapan tersebut.
2. Menonton video atau film dalam bahasa Indonesia
Menonton video atau film yang menampilkan percakapan dan interaksi dalam bahasa Indonesia.
Memperhatikan penggunaan bahasa yang alami dan kontekstual.
Menggunakan fitur subtitle atau terjemahan untuk membantu pemahaman.
3. Berpartisipasi dalam percakapan langsung
Mencari kesempatan untuk terlibat dalam percakapan dengan penutur asli bahasa Indonesia.
Tidak ragu untuk bertanya atau meminta klarifikasi jika tidak memahami sesuatu.
Mempraktikkan kemampuan menyimak dengan merespons dan memberikan umpan balik yang sesuai.
4. Mendengarkan podcast atau radio dalam bahasa Indonesia
Mendengarkan podcast atau program radio yang membahas topik-topik menarik dalam bahasa Indonesia.
Fokus pada pemahaman umum dari percakapan, bukan pada setiap detail.
Mencatat kosakata baru dan frasa yang digunakan.
Dengan menerapkan pendekatan real life, penutur asing dapat secara bertahap meningkatkan kemampuan menyimak bahasa Indonesia.
