Kampanye Zaman Now: Live Tiktok sebagai Aksi Persuasif Para Calon Pemimpin 2024

Saskia Ayu Lastri
Seorang pelajar SMA Citra Berkat Tangerang
Konten dari Pengguna
12 Januari 2024 12:46 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Saskia Ayu Lastri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Anies dan Cak Imin Live TikTok usai debat Foto: Tiktok Anies
zoom-in-whitePerbesar
Anies dan Cak Imin Live TikTok usai debat Foto: Tiktok Anies
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pemilihan umum 2024 merupakan wadah bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menentukan pemimpin yang dapat memajukan negara. Bagi masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden, masa kampanye yang sudah dimulai pada 28 November 2023 dan akan berakhir di tanggal 10 Februari 2024 menjadi suatu momentum yang mereka maksimalkan untuk menggaet suara dari berbagai golongan masyarakat yang ada.
ADVERTISEMENT
Hal yang menarik dalam kampanye kali ini adalah telah dimanfaatkannya berbagai media yang sedang tren pada kalangan anak muda. Tentunya, bagi seorang pelajar SMA yang baru menginjak 17 tahun, pemilihan umum ini merupakan hal baru bagi mereka yang perlu ditelaah dan dieksplor lebih lagi.
Pada generasi muda saat ini, mereka cenderung lebih kritis serta teliti dalam memilih sesuatu. Namun, mereka akan lebih mudah dicapai bila kampanye yang dilakukan itu selalu mengikuti hal-hal yang sedang happening. Contohnya, belum lama ini calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan melakukan live pada aplikasi Tiktok yang ditonton ratusan orang pada saat itu.
Hal tersebut menggambarkan bahwa diperlukan metode atau media baru yang selalu sesuai dengan arus zaman di mana mereka akan memimpin bagi para capres dan cawapres yang akan datang. Mengutip dari berbagai artikel yang muncul setelah Anies melakukan aksi kampanye melalui live stream di media sosial, hal ini menoreh respons positif dari masyarakat dan terbilang ampuh untuk memperoleh lebih banyak suara.
ADVERTISEMENT
Cara tersebut dapat dibilang efektif karena dalam aplikasi tersebut terdapat berbagai kalangan, khususnya anak muda. Walau diakui oleh paslon nomor urut 01 bahwa itu bukanlah kampanye, tetap saja aksi mereka tersebut tanpa disadari merupakan aksi persuasif yang menjadi salah satu dari sekian banyaknya bahan pertimbangan untuk memilih presiden dan wakil presiden yang akan datang.
Bagi mereka yang baru saja menginjak 17 tahun atau biasa disebut dengan Gen Z, ini merupakan hal yang menarik karena mereka baru mengalaminya pertama kali. Bahkan zaman sekarang, mereka dengan mudahnya mendapatkan informasi tentang visi, misi, ataupun tujuan dari para paslon untuk mereka pahami lebih lanjut. Oleh karena itu, sebagai generasi muda yang bijak, mereka harus menentukan pemimpinnya kelak dengan berbagai pertimbangan yang ada.
ADVERTISEMENT