Konten dari Pengguna

Inilah Tradisi Unik Kerik Gigi dari Suku Mentawai, Sumatera Barat

Saskia Tri ananda

Saskia Tri ananda

Mahasiswi Universitas Pamulang Ilmu komunikasi

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Saskia Tri ananda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : https://www.freepik.com/search?
zoom-in-whitePerbesar
sumber : https://www.freepik.com/search?

Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai banyak keberagaman kebudayaan, suku dan tradisi. Dimana artikel ini akan membahas sebuah tradisi, tradisi atau bisa disebut sebuah kebiasan yang sudah turun temurun dan dilestarikan hingga saat ini oleh sekelompok masyarakat. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan sampai saat ini adalah Tradisi yang berada di Sumatera Barat yaitu Kerik Gigi.

Tradisi Kerik Gigi adalah tradisi unik yang berasal dari kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, yang dimana tradisi ini dilakukan oleh wanita dewasa dari suku Mentawai biasanya tradisi ini dilakukan saat masa pubertas. Mereka percaya bahwa mengkerik gigi bukan hanya sebagai simbol kecantikan tapi menandakan seorang wanita yang dewasa dapat memberikan kedamaian dan kebahagian untuk kehidapan berikutnya.

Saat proses kerik gigi biasanya masyarakat desa akan ikut serta sebagai tanda penghormatan tradisi yang sudah diturunkan secara turun temurun. Untuk proses meruncingkan gigi dukun akan menggunakan alat yang terbuat dari kayu atau besi yang sudah diasah, dimana proses tersebut tidak memakai obat bius dan mereka harus menahan rasa sakit, untuk mengerik 1 gigi membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit hingga berbentuk segitiga, dan gigi yang dikerik bukan hanya 1 gigi melainkan 23 gigi.

Bagaimana kalian minat mencobanya?

Dari tradisi kerik gigi ini, suku mentawai mengajarkan sebuah nilai penghormatan, harapan untuk masa depan yang baik, untuk sebagian budaya bahwa kerik gigi membawa ketenangan dan meningkatkan fokus.

Saskia Tri Ananda, mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang (UNPAM)