Anak SD di Pagerkidul Dapat Edukasi Perlindungan Diri lewat Program KKN

Di bawah naungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kelompok KKN 253 Satu Asa hadir di Pacitan, Jawa Timur, untuk mengabdi dan berbagi bersama masyarakat.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Satu Asa Pagerkidul tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
at, Aku Hebat!’
Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 253 Pagerkidul di SDN Pagerkidul 1 dan 2 sukses menggelar program edukasi seks ramah anak bertajuk “Tubuhku Hebat, Aku Hebat!” pada Senin, 4 Agustus 2025 dan Selasa 5 Agustus 2025 pagi. Kegiatan ini ditujukan untuk anak usia 6–10 tahun, dengan tujuan memperkenalkan bagian tubuh, batasan sentuhan, serta pentingnya rasa aman melalui metode fun learning.

Acara dimulai dengan sesi menari bersama yang diiringi lagu dari tautan video TikTok sebagai pemanasan dan menciptakan suasana akrab. Selanjutnya, anak-anak diajak mengenal bagian tubuh melalui media buku bergambar yang dibuat khusus oleh tim KKN. Buku ini dirancang sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan dan akan ditinggalkan di sekolah agar dapat digunakan guru untuk materi lanjutan.
Sesi “Nyaman atau Tidak Nyaman” dilaksanakan menggunakan bendera merah dan hijau. Anak mengangkat bendera merah jika merasa tidak nyaman dan bendera hijau jika merasa nyaman, untuk melatih keberanian mereka mengungkapkan perasaan.
Permainan melompat yang terinspirasi dari video TikTok menjadi selingan yang memacu semangat anak. Kemudian, dalam Kotak Rahasia, anak-anak berinteraksi dengan boneka pingu untuk bercerita tentang perasaan, pengalaman menyenangkan, maupun pengalaman yang membuat tidak nyaman. Cerita ini dimasukkan ke kotak sebagai bahan laporan bagi guru atau pihak terkait, terutama jika ditemukan indikasi anak pernah mengalami kekerasan atau pelecehan.
Sebagai penutup, sesi mewarnai bagian tubuh mengajarkan anak membedakan area yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain. Dengan gambar tubuh berwarna-warni, anak dapat memahami konsep perlindungan diri dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.
Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari kemampuan anak menyebutkan bagian tubuh dengan benar, memahami konsep area pribadi, serta menunjukkan respons tepat saat menghadapi situasi tidak nyaman. Mereka juga mampu menyebutkan orang dewasa tepercaya untuk berbagi cerita, seperti orang tua, guru, atau tokoh masyarakat.
Melalui program ini, diharapkan anak-anak semakin memahami
bahwa tubuh mereka berharga, hebat, dan layak dijaga.
