Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan ”Atraktan” untuk Tingkatkan Nafsu Makan Ikan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Satya Samiaji tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Mahasiswa UNDIP melakukan sosialisasi mengenai penambahan atraktan alami sebagai upaya meningkatkan nafsu makan ikan kepada pembudidaya di Desa Tambaksari" Sumber foto: Satya Samiaji
zoom-in-whitePerbesar
"Mahasiswa UNDIP melakukan sosialisasi mengenai penambahan atraktan alami sebagai upaya meningkatkan nafsu makan ikan kepada pembudidaya di Desa Tambaksari" Sumber foto: Satya Samiaji

Desa Tambaksari, Kendal (22 Juni 2025) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkenalkan penggunaan atraktan alami kepada para pembudidaya ikan di wilayah Tambaksari. Kegiatan ini merupakan program kerja salah satu anggota Kelompok 3 Tim 38 KKN-T IDBU UNDIP, yakni Satya Samiaji yang merupakan mahasiswa UNDIP yang berasal dari jurusan Akuakultur. Target utama dari kegiatan ini adalah pembudidaya ikan lele, yang sangat aktif dalam kegiatan budidaya ikan. Sosialisasi ini adalah bagian dari kegiatan program kerja KKN-T Tim 38 yang diketuai oleh Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si. beserta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Faik Kurohman, S.Pi., M.Si., Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., dan Dr. Putut Har Riyadi, S. Pi., M.Si.

Permasalahan yang biasa dialami oleh pembudidaya ikan yaitu nafsu makan ikan yang menurun. Salah satu mahasiswa UNDIP memberikan sosialisasi kepada pembudidaya di Desa Tambaksari guna mengantisipasi apabila terjadi penurunan nafsu makan ikan budidaya. Salah satu cara untuk menambah nafsu makan ikan yaitu pakan yang diberi penambahan atraktan.

Pada awal kegiatan sosialisasi, pembudidaya ikan dikenalkan dengan atraktan sebagai upaya peningkatan nafsu makan ikan. Atraktan adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pakan ikan untuk meningkatkan daya tarik pakan. Mahasiswa mengadakan pelatihan sederhana tentang cara memanfaatkan terasi sebagai atraktan alami. Bukan hanya sebagai bumbu dapur biasa, ternyata terasi dapat dimanfaatkan menjadi atraktan bagi budidaya ikan. Sosialisasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2025 di salah satu rumah pembudidaya. Penjelasan dilakukan dan dilanjutkan dengan komunikasi dalam bentuk tanya jawab antara pembudidaya dan mahasiswa.

"Mahasiswa mempraktikkan pengaplikasian terasi sebagai atraktan alami dalam pakan ikan" Sumber foto: Satya Samiaji

”Terasi merupakan atraktan jenis alami yang mudah dan murah untuk didapatkan, bahkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nafsu makan ikan budidaya” ujar Satya, mahasiswa yang memberi penjelasan kepada pembudidaya ikan. Pembudidaya selanjutnya diberikan penjelasan pengaplikasian terasi sebagai atraktan pakan ikan.

”Ternyata cara pengaplikasiannya sangat mudah, hanya dengan melarutkan terasi menggunakan air, lalu dicampur ke pakan dengan cara pembibisan” ujar Pak Birin salah satu pembudidaya di Desa Tambaksari.

"Mahasiswa memberi penjelasan mengenai manfaat terasi sebagai atraktan yang telah diaplikasikan kepada pakan" Sumber foto: Satya Samiaji

”Terasi: Atraktan Merakyat, Panen Meningkat!"

Beberapa pembudidaya memiliki antusiasme untuk mengaplikasikan ke ikan budidaya setelah kegiatan sosialisasi dilaksanakan. Dalam langkah sederhana ini, mahasiswa memiliki harapan bahwa seluruh pembudidaya ikan di Desa Tambaksari dapat mengatasi turunnya nafsu makan ikan.

(Laporan oleh: UNDIP – Satya Samiaji)