Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNDIP Tekankan Pentingnya Manajemen Kesehatan Ikan dalam Budidaya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Satya Samiaji tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama dengan pembudidaya ikan Desa Tambaksari. Sumber: Dokumentasi Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama dengan pembudidaya ikan Desa Tambaksari. Sumber: Dokumentasi Penulis

Desa Tambaksari, Kendal (23 Juni 2025) – Dalam upaya meningkatkan keberlanjutan budidaya perikanan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan sosialisasi mengenai manajemen kesehatan ikan kepada para pembudidaya di Desa Tambaksari, Kendal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN-T Tim 38 yang diketuai oleh Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si., dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) lainnya yaitu Faik Kurohman, S.Pi., M.Si., Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., dan Dr. Putut Har Riyadi, S.Pi., M.Si. Salah satu anggota tim, Satya Samiaji dari jurusan Akuakultur, menjadi pelaksana dalam kegiatan ini.

Pilar utama dalam manajemen kesehatan ikan

Kegiatan ini dilaksanakan di BUMDes Desa Tambaksari dengan audiens pembudidaya ikan. Dalam sosialisasinya, mahasiswa menyampaikan pentingnya manajemen kesehatan ikan. Sosialisasi ini berfokus pada tiga pilar utama dalam kesehatan ikan yaitu: ikan, kualitas air, dan patogen. Disampaikan bahwa kerentanan ikan terhadap penyakit sangat dipengaruhi oleh sistem imun, kualitas air, dan keberadaan patogen seperti bakteri Aeromonas atau jamur Saprolegnia.

Pencegahan Lebih Baik Dilakukan Daripada Mengobati Ikan

Ditekankan pula pentingnya pemilihan benih yang sehat dan seragam, serta pengelolaan kolam yang benar seperti pengeringan kolam setelah panen, penggunaan sumber air bersih, dan menghindari pencampuran ikan dari sumber berbeda. Semua ini bertujuan untuk mencegah masuknya patogen seperti virus, bakteri, dan parasit yang menjadi penyebab utama penyakit ikan.

Antusiasme masyarakat mengikuti sosialisasi yang dilakukan mahasiswa. Sumber: Dokumentasi penulis.

Pembudidaya tampak antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan, bahkan aktif mengajukan pertanyaan seputar permasalahan kesehatan ikan yang mereka alami di kolam masing-masing. Beberapa di antaranya juga berbagi pengalaman lapangan, seperti cara mereka mengelola air atau mengenali tanda-tanda ikan sakit. Interaksi dua arah ini menciptakan suasana diskusi yang hidup dan edukatif. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan ikan untuk mencegah kerugian dalam budidaya. Pembudidaya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar ilmu yang diterima dapat langsung diterapkan dalam kegiatan budidaya sehari-hari.