Kisah Sukses Rewilding Salmon Coho yang Kembali Pulang
Tulisan dari Fabian Satya Rabani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di bawah riak air Ackerman Creek—sebuah anak sungai yang mengalir menuju Sungai Russian di California—sekelebat warna perak memecah keheningan dasar sungai. Bagi mata awam, kilatan itu mungkin hanyalah pantulan cahaya matahari biasa di atas permukaan air. Namun, bagi para peneliti dan suku asli Pinoleville Pomo Nation, kilatan perak dari tubuh ikan Salmon Coho (Oncorhynchus kisutch) muda tersebut adalah sebuah keajaiban ekologi nyata.
Penemuan bersejarah ini menandai tonggak baru dalam dunia konservasi global. Untuk pertama kalinya setelah absen selama lebih dari 30 tahun, Salmon Coho berhasil kembali dan berkembang biak secara alami di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Russian River. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem yang sempat mati suri dapat dihidupkan kembali melalui komitmen pemulihan lingkungan yang konsisten.
Runtuhnya Rumah Sang Penjaga Sungai
Sungai Russian dari era historisnya dikenal sebagai salah satu benteng pertahanan terbesar bagi populasi Salmon Coho di wilayah pantai tengah California. Namun, gelombang modernisasi yang tidak terkendali di masa lalu membawa dampak buruk bagi habitat mereka. Pembangunan bendungan secara masif memutus rute migrasi kuno, sementara penggundulan hutan di sempadan sungai menghilangkan vegetasi pelindung alami.
Kondisi tersebut menyebabkan suhu air meningkat tajam, terjadi sedimentasi lumpur yang parah, dan polusi air semakin memperburuk keadaan. Akibatnya, pada tahun 1991, spesies ikan yang peka terhadap perubahan lingkungan ini dinyatakan hilang sepenuhnya dari wilayah hulu sungai. Menjelang akhir dekade 1990-an, populasi Salmon Coho di California Tengah berada di ambang kepunahan total karena menyisakan kurang dari 20 ekor ikan dewasa.
Gotong Royong Memulihkan Kualitas Air
Langkah penyelamatan lingkungan berskala besar ini tidak terjadi dalam waktu semalam. Kemitraan jangka panjang dibentuk oleh pemangku kebijakan, termasuk National Fish and Wildlife Foundation (NFWF) dan California Department of Fish and Wildlife (CDFW). Mereka tidak hanya berfokus pada penangkaran ikan, melainkan melakukan pemulihan radikal terhadap kualitas air sungai itu sendiri.
Kawan GNFI, kunci utama dari keberhasilan gerakan ini terletak pada kolaborasi erat antara para konservasionis dan komunitas petani lokal. Penduduk setempat sepakat mengubah pola pengambilan air agar debit air sungai tetap terjaga secara optimal, terutama saat musim kemarau yang kritis. Selain itu, vegetasi tepi sungai ditanam ulang secara intensif guna menurunkan suhu air dan menekan tingkat pencemaran tanah.
Jalan Pulang Menuju Rumah yang Bersih
Buah dari kerja keras multidekade ini akhirnya terbayar tuntas pada pertengahan dekade 2020-an. Berdasarkan data pemantauan terbaru, induk-induk Salmon Coho dewasa berhasil melakukan perjalanan epik sejauh lebih dari 140 kilometer dari Samudera Pasifik menuju hulu Sungai Russian. Mereka berenang melawan arus yang kini telah bersih, melompati riam alami, hingga tiba di area peneluran semula.
Ketika tim ahli biologi melakukan survei menyelam, mereka menemukan ratusan anakan salmon (juvenile) sehat yang lahir secara alami di alam liar. Penemuan ini memverifikasi bahwa Salmon Coho telah berhasil melakukan reproduksi mandiri tanpa bantuan laboratorium lagi. Keberhasilan di Sungai Russian ini mengirimkan pesan optimisme bagi gerakan rewilding dan restorasi sungai di seluruh dunia.

