Konten dari Pengguna

Cegah Gagal Panen : Mahasiswa Undip Edukasi Cara Menjaga Kualitas Air Kolam

Jon Saul Malau

Jon Saul Malau

Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jon Saul Malau tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemaparan oleh Jon Saul Malau mengenai Edukasi Penjagaan Kualitas Air Kolam
zoom-in-whitePerbesar
Pemaparan oleh Jon Saul Malau mengenai Edukasi Penjagaan Kualitas Air Kolam

Mahasiswa Universitas Diponegoro menggelar edukasi menjaga kualitas air kolam ikan kepada warga pembudidaya di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menyasar para pembudidaya ikan lele dan nila yang menjadi komoditas utama di desa tersebut.

Program ini digagas karena banyak pembudidaya belum menyadari bahwa kematian massal ikan bukan selalu disebabkan oleh penyakit, melainkan oleh buruknya kualitas air kolam. Penumpukan amonia dari sisa pakan dan kotoran ikan terbukti merusak insang ikan dan melemahkan daya tahan tubuhnya secara diam-diam sebelum gejala terlihat.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memaparkan empat parameter kunci yang wajib dijaga yaitu suhu, keasaman air, kadar oksigen terlarut, dan amonia melalui media leaflet edukatif. Warga diajak mengenali tanda-tanda air bermasalah dan memahami langkah sederhana seperti mengatur pemberian pakan, mengganti air berkala, dan menambah aerasi kolam.

Penyerahan Leaflet Edukasi Penjagaan Kualitas Air Kolam oleh Jon Saul Malau kepada Pembudidaya

Kesan : Warga tampak antusias dan aktif berdiskusi selama kegiatan berlangsung. Banyak yang mengaku baru menyadari bahwa kebiasaan memberi pakan berlebih selama ini justru menjadi sumber masalah di kolam mereka. Harapannya, warga Rowosari semakin sadar dan konsisten menjaga kualitas air demi hasil panen yang lebih optimal.

Laporan oleh : Jon Saul Malau