Limbah Kolam Ikan Jadi Pupuk Organik Cair, Warga Tambaksari Bebas Pupuk Kimia

Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jon Saul Malau tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 33 Universitas Diponegoro menggelar edukasi sekaligus demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah air kolam lele di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menyasar warga pembudidaya ikan yang juga memiliki kegiatan pertanian atau potensi pertanian disekitar kolam.
Program ini digagas karena limbah air kolam lele mengandung amonia dan fosfat tinggi dari sisa pakan serta kotoran ikan, sehingga berisiko mencemari lingkungan bila dibuang langsung. Warga juga masih bergantung pada pupuk kimia yang harganya terus naik. Padahal, limbah tersebut kaya unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan tanaman.
Dalam pelatihan, mahasiswa mendemonstrasikan proses fermentasi menggunakan campuran EM4, molase, dan air limbah dengan perbandingan 1:1:50. Larutan kemudian difermentasi selama 14 hari dalam wadah tertutup hingga muncul buih, butiran putih, dan gas sebagai tanda pupuk siap digunakan. Proses ini mengacu pada standar mutu Peraturan Menteri Pertanian Nomor 28 Tahun 2009.
Warga sangat antusias dan mencoba langsung pencampuran bahan sambil menyimak penjelasan mahasiswa. Warga mengaku baru menyadari bahwa air kolam yang dibuang begitu saja ternyata bernilai. Harapannya warga Tambaksari konsisten untuk terus mengolah limbah, menekan pencemaran lingkungan, dan menghemat biaya pupuk kimia untuk kedepannya.
Laporan ditulis oleh Jon Saul Malau
