Konten dari Pengguna

Lebih dari Sekadar Sepak Bola: Sekolah Bola Sebagai Tempat Anak Belajar Hidup

Akbar Solihin

Akbar Solihin

Penulis, Penggiat Sosial, Pembina Sepak Bola Usia Dini

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Akbar Solihin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

foto: saat latihan SSB RBC dilapangan  Training Ground Rawa Badak Center
zoom-in-whitePerbesar
foto: saat latihan SSB RBC dilapangan Training Ground Rawa Badak Center

 Di tengah era digital yang serba cepat ini, banyak orang tua sibuk mencari cara terbaik untuk mendidik anaknya. Tak sedikit yang memilih kursus tambahan, les pelajaran, bahkan bimbingan belajar sejak dini. Tapi, bagaimana jika pendidikan karakter anak bisa terbentuk lewat lapangan tanah, keringat, dan sepasang sepatu bola?

Itulah yang saya saksikan sendiri di sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB) di utara Jakarta. Namanya SSB RBC – tempat sederhana, tapi penuh semangat luar biasa. Di sana, anak-anak tak hanya diajari cara menggiring bola atau menendang ke gawang. Mereka diajarkan arti kerja keras, disiplin, menghormati pelatih, hingga bagaimana cara bangkit saat kalah.

Sepak bola menjadi media untuk membentuk karakter. Saat latihan dimulai pukul 14 siang

Foto: Liga Askot PSSI Jakarta Utara - SSBa SSB RBC KU 13
Foto: Liga Askot PSSI Jakarta Utara - SSB RBC KU 15

akhir pekan, anak-anak belajar soal komitmen. Saat mereka berbagi air minum dengan teman satutim, mereka belajar tentang kebersamaan. Saat mereka kalah dan tetap menyalami lawan, mereka belajar sportivitas dan rendah hati.

Bagi sebagian orang, sepak bola hanyalah olahraga. Tapi bagi anak-anak ini, sepak bola adalah sekolah kehidupan. Di sana, mereka belajar jadi manusia yang kuat, bukan hanya jago teknik.

Dan sebagai orang dewasa, kita perlu mendukung tempat-tempat seperti ini – tempat yang menanamkan nilai, bukan hanya mengejar prestasi instan. Karena dari lapangan kecil seperti ini, harapan besar untuk masa depan bangsa bisa tumbuh.