Konten dari Pengguna

Konsekuensi Menyebut Diri “Tidak Cukup”

Sayma Sholiha

Sayma Sholiha

Mahasiswi Institut Agama Islam SEBI

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sayma Sholiha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi orang dengan gangguan mental (Pexels.com/Daniel Rache)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang dengan gangguan mental (Pexels.com/Daniel Rache)

Banyak orang terbiasa merendahkan diri dengan kalimat, “Aku nggak cukup baik”, “Aku belum pantas”, atau “Aku kurang pintar”. Meski terdengar sederhana, cara kita menyebut diri ternyata membawa dampak besar bagi pola pikir dan keseharian.

Menurut psikolog kognitif, bahasa yang kita gunakan terhadap diri sendiri membentuk self-talk, yaitu dialog internal yang memengaruhi cara otak merespons tantangan (Peper et al., 2021, Frontiers in Psychology). Saat seseorang sering mengatakan “tidak cukup”, otak mulai mempercayainya sebagai kebenaran.

Konsekuensinya jelas: rasa percaya diri menurun, keputusan jadi ragu-ragu, dan peluang bisa terlewat. Penelitian dari University of Michigan (2013) menunjukkan bahwa individu dengan negative self-talk lebih rentan mengalami stres dan kecemasan dibanding mereka yang menggunakan bahasa positif.

Efek lain yang sering muncul adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Standar kesuksesan akhirnya bukan lagi tentang pencapaian pribadi, tapi seberapa “kalah” atau “menang” dari orang lain. Hal ini membuat rasa syukur semakin sulit hadir.

Namun, kabar baiknya, cara kita menyebut diri bisa dilatih ulang. Alih-alih mengulang “tidak cukup”, coba gunakan kalimat yang lebih netral atau suportif, misalnya: “Aku masih belajar” atau “Aku sedang berkembang”. Dengan begitu, otak akan membangun asosiasi yang lebih sehat.

Pada akhirnya, kata-kata yang kita pilih bukan hanya sekadar ucapan, tapi juga cerminan bagaimana kita memperlakukan diri. Menyebut diri “tidak cukup” hanya akan mengurangi langkah kita, padahal setiap orang punya potensi untuk bertumbuh sesuai jalannya masing-masing.