Konten dari Pengguna

Gigih Meraih Mimpi

sayyidah salmacho

sayyidah salmacho

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG PRODI FARMASI

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari sayyidah salmacho tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gigih Meraih Mimpi
zoom-in-whitePerbesar

Judul Buku: Mantappu Jiwa

Penulis: Jerome Polin Sijabat

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2019

Kota Terbit: Jakarta

Jumlah Halaman: 224

Harga Buku : Rp. 93.000,00

Buku yang berjudul Mantappu Jiwa yang dituliskan Jerome Polin Sijabat diterbitkan pertama kali pada tahun 2019. Penulis lahir di Jakarta, pada 2 Mei 1998, terlahir dari keluarga yang sederhana. Mantappu Jiwa berisi kisah hidup Jerome mulai dari dia menempuh pendidikan di Surabaya sampai ia bisa kuliah di Jepang dan menjadi youtuber terkenal. Sejak kecil ia bermimpi bisa kuliah di luar negeri, berawal dari mimpi kecil yang ingin mengajak keluarganya jalan-jalan ke Disneyland namun karena kondisi ekonomi mimpi itu sempat tertunda hingga akhirnya ia bisa mengajak keluarganya ke Disneyland. Itulah yang membuat ia sejak kecil selalu berusaha, kerja keras, dan berdoa untuk meraih mimpinya tanpa kenal kata menyerah.

Dalam menjalani kehidupan kita akan menghadapi masalah demi masalah. Buku ini adalah catatan perjuangan Jerome Polin Sijabat, dimana dalam buku ini banyak pengalaman penulis yang bisa memotivasi kita untuk selalu semangat menghadapi setiap persoalan dalam hidup. Sejak kecil mama Jerome selalu mengajarkannya untuk tidak melihat dunia hanya dari satu sisi. Seperti saat dia masih sekolah di Surabaya karena teman-temannya berasal dari keluarga yang berada ia ingin sekali bisa ikut les namun karena tidak ada cukup biaya, mamanya memberikan solusi ke Jerome agar dia berlatih soal matematika di rumah saja.

Sejak SD Jerome selalu rajin mengerjakan soal matematika hingga suatu hari waktu ia duduk di bangku SMA gurunya memintanya untuk mengikuti olimpiade matematika. Ia sempat merasa persiapannya kurang dibandingkan dengan saingannya yang sudah ikut olimpiade sejak SD. Meskipun sudah banyak perlombaan yang ia ikuti namun tidak ada satu pun yang berhasil masuk final. Jerome bukanlah sosok yang mudah menyerah, ia berpikir mungkinkah usahanya yang kurang? Hingga usaha itu berbuah manis ketika ia mengikuti olimpiade yang diselenggarakan Universitas Brawijaya dan mendapatkan juara 3.

Semakin sering mengikuti perlombaan, membuat ia lebih percaya diri, bisa mengatasi dan mengendalikan ketegangan, dan punya mental yang lebih kuat. Namun ia tahu usahanya tidak boleh berhenti sampai di situ saja karena orang tuanya tidak ada cukup uang untuk membiayai kuliahnya. Itulah alasan ia mencari beasiswa-beasiswa yang menawarkan scholarship untuk kuliah di luar negeri seperti Singapura dan Jepang. Setelah mengikuti seleksi beasiswa luar negeri di NUS (National University Singapore) dan NTU (Nayang Technologial University) namun salah satunya tidak lolos dan satunya tidak menawarkan beasiswa, akhirnya Jerome mendaftar dan mengikuti seleksi beasiswa Mitsui Bussan Scholarship. Seleksinya sangat ketat hanya ada 2 orang yang akan terpilih untuk mendapatkan beasiswa ini.

Pada 26 Maret 2016, ia mendapatkan email dari pihak Mitsui Bussan yang menyatakan ia lolos tahap selanjutnya yaitu tes tulis. Setelah itu ia akan mengikuti tes wawancara untuk menentukan apakah ia akan lolos atau tidak. Ia telah memepersiapkan jawaban-jawaban yang mungkin saja ditanyakan pada saat wawancara. Di saat wawancara itulah Jerome menjawab pertanyaan tentang apa mimpinya setelah lulus. Ia menjawab ingin menjadi menteri pendidikan dengan alasannya ‘’karena guru PKN saya saat SMA mengatakan bahwa kunci dari kemajuan suatu negara adalah pembangunan. Jadi jika tidak ada pendidikan yang baik, maka tidak ada pembangunan, dan tidak ada kemajuan Negara. Maka itu saya ingin menjadi menteri pendidikan untuk bisa memajukan Indonesia’’.(Halaman.59).

Pada saat pengumuman beasiswa itu, pihak Mitsui Bussan mencoba menghubungi Jerome beberapa kali namun tidak bisa dihubungi karena Jerome sedang berlibur bersama keluarganya ke Batu, Malang. Ketika Jerome mengaktifkan ponselnya ia langsung menghubungi pihak Mitsui Bussan dan akhirnya setelah berjuang dan berdoa terus menerus ia dinyatakan lolos beasiswa tersebut. Setelah sampai di Jepang dengan beasiswa penuh pun, ia masih harus mempersiapkan diri untuk belajar bahasa Jepang serta belajar matematika, kimia, fisika dalam bahasa Jepang juga. Tujuannya agar ia bisa lolos mengikuti seleksi ujian untuk masuk universitas impiannya. Setelah kerja keras dalam berusaha dan berdoa tanpa henti akhirnya ia terpilih masuk jurusan mathematics science di Universitas Waseda.

Kemudian ia ikut lomba pidato bahasa Jepang, sempat merasa kurang percaya diri karena penguasaannya terhadap bahasa Jepang belum lancar. Ia membawakan pidato dengan tema ‘’Hal Kecil itu Penting’’ yang menjadikannya juara pertama lomba pidato itu. Ia juga diwawancarai beberapa stasiun televisi Jepang. Selain itu Jerome juga membuat video youtube dichannelnya yaitu Nihonggo Mantappu yang sekarang sudah mencapai 7,9juta subscriber.

Perjalanan hidup Jerome Polin Sijabat membuat kita semua kagum dengan kegigihannya dalam meraih mimpinya. Sehingga siapapun yang membaca buku ini akan termotivasi untuk terus semangat dalam menggapai mimpi. Dalam buku ini cerita kegagalan yang biasanya tidak diceritakan mendetail di sini dituliskan untuk menunjukkan bahwa suatu hasil yang dicapai itu bukan dari proses yang instan melainkan dari kerja keras dan doa untuk mencapainya. Di mana ada niat yang kuat dalam hati, maka pasti ada jalan untuk mencapainya. Dalam mengejar kesuksesan bukanlah cepat atau lambat tetapi konsisten. Kekurangan dalam buku ini yaitu tidak ada kunci jawaban pada latihan soal di bagian akhir beberapa halaman, namun bisa ditambahkan pada penerbitan selanjutnya.

Biodata Peresensi

Nama : Sayyidah Salmacho

Tempat Lahir : Gresik

Tanggal Lahir : 11 September 2002

Alamat : Balongpanggang, kabupaten Gresik

Studi : Universitas Muhammadiyah Malang

Prodi Farmasi