KKN UIN Walisongo Kenalkan Ecoprint dan Peduli Lingkungan ke Siswa SDN Kramat 3

"Menulis saat logika tak mampu menjelaskan suatu angka dan hati butuh bicara," Mahasiswi Matematika UIN Walisongo Semarang.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sayyidah Syarifah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu program kerja Divisi Pendidikan dan keagamaan menyelenggarakan kegiatan edukasi dan praktik ecoprint bersama siswa kelas 6 SD Negeri Kramat 3. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan pemanfaatan bahan alam sekaligus membangun kreativitas dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Para siswa dikenalkan tentang konsep ecoprint, yaitu teknik pewarnaan dan mencetak motif pada kain dengan memanfaatkan bagian dari tumbuhan, seperti daun dan bunga. Materi disampaikan oleh mahasiswa KKN dengan bahasa yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Siswa diajak untuk berpikir bahwa bahan alam, seperti tumbuhan yang ada di sekitar baik daun maupun bunga yang nantinya layu seiring waktu dan biasanya hanya dianggap sebagai sampah ternyata dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya seni yang memiliki nilai dan keindahan.
Siswa juga diperkenalkan berbagai bahan yang diperlukan dalam pembuatan ecoprint, seperti daun, bunga, kain polos, serta alat dan bahan pendukung lainnya. Setiap daun dan bunga memiliki bentuk yang berbeda sehingga motif yang dihasilkan menjadi beragam dan unik.
Sayyidah, selaku mahasiswa KKN UIN Walisongo sekaligus pemateri mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep ramah lingkungan kepada siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan tumbuhan yang ada di sekitar kita, khususnya daun dan bunga menjadi karya seni yang menarik. Selain belajar membuat karya, kami juga ingin mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan dengan mendaur ulang bahan alami,” ujar Sayyidah.
Para siswa terlihat antusias selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mendengarkan materi yang disampaikan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk praktik secara langsung.
Di dampingi mahasiswa KKN, siswa berkelompok untuk menyusun daun dan bunga di atas totebag canvas yang sudah disediakan, kemudian memukulnya secara perlahan dengan palu kecil agar bentuk dan warna alami dari tumbuhan dapat tercetak pada kain. Setelah proses pencetakan selesai, totebag direndam menggunakan larutan air tawas dan kemudian dijemur.
“Awalnya saya tidak tahu kalau daunnya dipukul-pukul di atas kain tote bag. Setelah dijelaskan dan mencobanya sendiri, bentuk daun dan warnanya bisa terlihat. Seru sekali,” ujar salah satu siswa kelas 6 SD N Kramat 3.
Kegiatan berlangsung interaktif karena siswa dapat terlibat secara langsung dalam setiap tahapan pembuatan ecoprint bersama anggota kelompoknya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo posko 130 berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa kelas 6 SD Negeri Kramat 3. Melalui praktik ecoprint, siswa belajar untuk lebih kreatif untuk memanfaatkan bahan alam di sekitar, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
